Sukses

Hacker Hantui Mobil Nirawak, Siapa Bertanggung Jawab?

Liputan6.com, California - Berdasarkan survei yang dilakukan, kekhawatiran yang masih melanda para pengemudi di AS jika mobil nirawak berkeliaran di jalanan. Survei yang dilakukan oleh perusahaan asuransi American International Group (AIG) tersebut menyebutkan 41 persen pengguna jalan masih memberikan ruang kesempatan untuk kendaraan nirawak, dilansir Autonews.

39 persen mengungkapkan kendaraan nirawak lebih aman dibanding pengemudi rata-rata, sedangkan sisanya berpendapat adanya ancaman mobil nirawak akan diambil alih oleh hacker. Meskipun begitu, mayoritas orang yang mengikut survei yakin kendaraan nirawak sepenuhnya tidak akan berada di jalan sampai 20 tahun mendatang.

Jika saat itu tiba, perusahaan asuransi harus menetapkan standar baru untuk menghadapi risiko baru dari teknologi nirawak. Berdasarkan laporan Morgan Stanley, perusahaan asuransi otomotif akan mengalami perubahan besar-besaran di tahun 2040, banyak perusahaan asuransi yang terancam jika tidak beradaptasi dengan cepat. Lex Baugh, AIG president of liability, mengungkapkan," Risiko tidak hilang, risiko berpindah dari manusia ke mesin."

Menariknya, peserta polling mengungkapkan satu hal, jika kecelakaan terjadi pada mobil nirawak, maka tanggung jawab akan dibebankan kepada pabrikan mobil maupun penyedia perangkat lunak. Tentu saja diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan siapa yang akan bertanggung jawab sepenuhnya.

Tentu saja perubahan tersebut tidak akan berlangsung secara drastis. Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan konsultan, AlixPartners menyimpulkan mayoritas konsumen di AS tidak akan membeli mobil nirawak saat dijual secara resmi nanti.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Inilah Mobil Nirawak Pertama di Dunia

General Motors (GM) dan divisi khusus Cruise Automation mengumumkan bahwa mereka sukses menciptakan kendaraan nirawak pertama di dunia, dalam arti tidak membutuhkan pengendara sama sekali untuk beroperasi.

Pengumuman ini datang dari Chief Executive sekaligus pendiri Cruise Automation, Kyle Vogt. Ia bilang bahwa kendaraan nirawak generasi ketiga ini punya "semua persyaratan keselamatan yang diperlukan untuk beroperasi tanpa pengendara."

Dilaporkan Carscoops, mobil nirawak ini adalah versi yang sangat maju dari Chevrolet Bolt. Sampai saat ini mobilnya memang masih dalam tahap prototipe, tapi seperti yang tadi dibilang, Cruise Automation sudah punya semua perangkat yang dibutuhkan untuk membuatnya jadi produksi massal.

"Hanya butuh penyempurnaan perangkat lunak," kata Vogt. Ia juga bilang kalau kendaraan ini adalah upaya kolektif lebih dari dua ribu orang dengan beragam tugas dan fungsi.

Sebelum diproduksi massal, mobil ini akan terlebih dulu dipakai oleh para pekerja perusahaan. Selain untuk uji coba, tujuannya juga akan masyarakat semakin familiar dengan teknologi ini. Apalagi beberapa riset menyebut kalau masyarakat masih sangat awam soal kendaraan nirawak.

Untuk diketahui usaha-usaha mengembangkan teknologi ini bisa dibilang dilakukan pabrikan besar manapun, dengan kemajuan yang berbeda-beda. Usaha yang sama juga dilakukan perusahaan teknologi seperti Google dan Apple, bahkan Samsung.

Artikel Selanjutnya
Gawat, Hacker Jual Email dan Nomor Telepon Pengguna Instagram
Artikel Selanjutnya
Mengerikan, Hacker Pakai 711 Juta Alamat Email untuk Kirim Spam