Sukses

Keren, Menyetir Nissan GT-R Ini Pakai Stik PS

Liputan6.com, London - Dalam rangka peluncuran Gran Turismo Sport pada 18 Oktober mendatang, sekaligus menandakan keterlibatan Nissan dalam permainan Gran Turismo, Nissan menyiapkan mobil modifikasi istimewa. Mobil tersebut adalah Nissan GT-R/C yang dapat dikemudikan seutuhnya menggunakan DualShock 4 controller atau yang lebih dikenal sebagai stik PS.

GT-R/C dapat bergerak dengan sentuhan tombol-tombol yang tersemat di controller. Kemampuan dari mobilnya tidak dibatasi, sehingga kecepatan puncaknya mencapai 315 km/jam.

Karena untuk mengemudikannya membutuhkan kemampuan gaming yang baik, Nissan memilih juara simulasi Nissan GT Academy sekaligus pembalap Nismo, Jann Mardenborough. Jann mengemudikan GT-R/C dari kokpit helikopter Robinson R44 Raven II yang terbang rendah untuk mendapat visibilitas terbaik.

Di dalam GT-R/C dilengkapi dengan robot yang mengoperasikan lingkar kemudi, transmisi, pedal gas maupun rem. Enam buah komputer terpasang di bagasi untuk menangkap dan mengolah sinyal data yang dikirimkan oleh controller.

Untuk membantu Jann menangkap informasi seperti kecepatan mobil untuk melahap tikungan, unit sensor Racelogic VBOX Motorsport yang terpasang di mobil dapat mengirimkan data ke layar di helikopter.

Untuk mengoptimalkan sisi keselamatan, GT-R/C dilengkapi dua frekuensi, sehingga dua operator lain dapat menghentikan laju mobil dan mematikan mesin jika operator utama kehilangan kendali.

1 dari 2 halaman

Nissan Kembangkan Jok Anti-Dehidrasi, Bagaimana Wujudnya?

Menurut Loughborough University dan the European Hydration Institute, pengemudi yang mengalami dehidrasi sama berbahayanya dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol alias mabuk.

Oleh sebab itu, salah satu pabrikan asal Jepang, Nissan, bekerja sama dengan studio desain Belanda, Droog, mengembangkan jok khusus dan roda kemudi yang bisa mendeteksi keringat dan dehidrasi. Hal tersebut untuk mendukung perkembangan terbaru untuk kesehatan dan keselamatan di jalan.

Melansir Autoexpress, Sabtu (7/10/2017), teknologi yang disebut Soak ini bekerja dengan mengubah warna jok, jika keringat dari tubuh pengemudi dengan tingkat kandungan garam yang tinggi, sebagai tanda dehidrasi.

Jika warna jok berubah menjadi kuning, artinya orang yang berada di balik kemudi mengalami dehidrasi. Namun jika biru gelap, pengemudi masih dalam keadaan normal.

Teknologi tersebut dikembangkan Droog, dengan merekayasa tekstil yang beraksi terhadap keringat.

Perkembangan ini merupakan reaksi terhadap penelitian yang dilakukan oleh Loughborough University dan European Hydration Institute di 2015, yang menemukan fakta jika pengemudi mengalami dehidrasi akan rawan melakukan kesalahan.

Teknologi SOAK ini akan dipasang di Nissan Juke, dengan tujuan demonstrasi. Namun, hingga saat ini masih belum ada rencana untuk menerapkannya di mobil-mobil lain secara massal.

Artikel Selanjutnya
Galak Mana, Honda CB150R ExMotion atau CB150R StreetFire?
Artikel Selanjutnya
Mercedes-AMG Siapkan G63 dan G65 Edisi Khusus