Sukses

Genjot Ekspor, TMMIN Minta Suntikan Vitamin dari Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah melakukan ekspor produk otomotif dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Hingga saat ini kontribusi kendaraan utuh (CBU) bermerek Toyota bagi total ekspor otomotif nasional telah mencapai 87 persen yang terdiri dari ekspor 9 model yaitu Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Avanza, Rush, Town/Lite Ace, Agya, dan Sienta.

Selain itu, TMMIN juga mengekspor kendaraan terurai (CKD), mesin bensin dan ethanol tipe TR-K dan R-NR, komponen kendaraan serta alat bantu produksi berupa jigs (alat bantu dalam proses pengelasan), dan dies (alat bantu dalam proses pengepresan).

Periode Januari-September 2017 saja, ekspor completely build up (CBU) TMMIN mencapai 150.400 unit atau naik 22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski naik signifikan ini tidak cukup memuaskan TMMIN.

Menurut Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam, diperlukan suntikan "Vitamin E" atau yang ia sebut vitamin ekspor agar jumlah ekspor bisa terus bertambah.

"Kalau kita inginnya pemerintah kasih insentif lagi untuk ekspor," ujarnya tanpa menjelaskan lebih rinci mengenai insentif seperti apa yang dimaksud.

Terlepas dari itu, Bob menyebut hal terpenting lainnya adalah menjaga konsistensi untuk jadi eksportir.

"Tidak gampang ini, 30 tahun sudah kami jaga. Dan ekspor sering timbul tenggelam, makanya jaga konsistensi itu penting banget. Apalagi yang diekspor barang manufaktur, bukan sumber daya alam," katanya.

Lebih lanjut pria berkaca mata itu menuturkan, salah satu yang menggembirakan dalam melakukan ekspor adalah TMMIN bisa menjadi jembatan antara suplier dengan global market. "Makanya ekspor jadi salah satu KPI (key performance index), salah satu keberhasilan menejemen Toyota di Indonesia," tambahnya.

Menanggapi naiknya 22 persen ekspor CBU hingga September 2017, Bob menyebut ada beberapa faktor yang memengaruhi hal ini. Salah satunya adalah jumlah ekspor tahun lalu yang lebih sedikit.

"Akhir tahun lalu, kita sempat setop ekspor dulu karena ada model baru (Fortuner dan Vios). Kemudian perekonomian di middle east juga sedang babak belur, dan sekarang pemerintah Arab Saudi rada mulai agresif, mulai menerapkan tax, perempuan juga sudah diperbolehkan nyetir, harapannya ekonomi (ke depan) bergerak," Bob menambahkan.

Sebagai informasi, di tahun ini TMMIN menargetkan peningkatan ekspor kendaraan utuh sebesar 10 persen dibandingkan angka ekspor tahun lalu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Pembatasan Impor Bahan Baku Hambat Industri Lokal
Artikel Selanjutnya
Ada Rute Bitung-Davao, RI Bidik Ekspor ke Filipina US$ 5,8 Miliar