Sukses

Dua Bulan Jualan, Seberapa Laris Wuling di Indonesia?

Liputan6.com, Bali - Sejak Wuling Confero S meluncur pada awal Agustus sampai September 2017, mobil merek Cina tersebut telah mengumpulkan wholesales (penjualan dari bengkel ke dealer) sebanyak 2.212 unit.

Menurut Marketing Director PT SGMW Motors Indonesia, Jason Ding, angka yang telah didata di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) itu telah sesuai dengan permintaan tahun ini.

“Kalau melihat jumlah dealer, pemesanan, kemudian kirim, diprediksi ke konsumen, getting on track. Untuk permulaan, melihat angka segitu cukup memuaskan,” ucap Ding saat ditemui di kawasan Ubud, Bali, Rabu (10/11/2017) malam.

Dengan jumlah yang didapat saat ini, mobil yang dirakit di GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, itu diklaim telah mendapatkan respons positif dari masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani menyatakan, jika ada konsumen yang ingin melakukan pemesanan Wuling Confero S saat ini berstatus ready stock.

Untuk proses kapan mobil bisa dihadirkan di garasi rumah, Dian menyatakan hal itu tergantung beberapa faktor, mulai dari pengumpulan dokumen saat pemesanan hingga lokasi dealer.

“Yang jelas sebenarnya udah mulai start deliver ke dealer. Kalau semua dokumen persyaratan ready dari customer-nya, maka mestinya ready juga dan cepat. Tapi biasanya itu ada saja kami menemukan kendala di lapangannya,” ungkap Dian.

1 dari 2 halaman

Rahasia di Balik Murahnya Harga Wuling Confero

Wuling Confero bermain di kelas low multi purpose vehicle (LMPV), pabrikan asal Tiongkok itu langsung menggebrak dengan banderol yang fantastis.

Bagaimana tidak, harga Confero series dipatok Rp 128,8 juta hingga Rp 162,9 juta (on the road Jakarta). Harga yang paling murah di kelas yang dihuni Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, bahkan Small MPV Mitsubishi.

"Ini merupakan pertama kalinya kami mengumumkan harga. Kalau di tahun ini sukses, kami percaya akan sukses ke depannya," ujar Presiden Direktur Wuling Motors, Xu Feiyun, beberapa waktu lalu.

Melihat pangsa pasar LMPV yang begitu gemuk, dengan penuh percaya diri Wuling bisa "menggigit" kue cukup banyak. "Target kami minimum 8.000 unit di tahun ini," kata Feiyun.

Menurut Feiyun, rendahnya harga multi purpose vehicle (MPV) Confero lantaran beberapa hal. Pertama dari segi desainnya. "Desain untuk model tersebut sudah lama. Menggunakan desain yang sama dari Cina," terangnya.

Dengan begitu, Wuling tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membuat cetakan desain baru ataupun pengembangan lainnya yang membutuhkan dana riset yang tidak sedikit. Lagi pula model ini sudah teruji di negara asalnya, di mana menjadi salah satu kontributor terbesar bagi Wuling.

"Di sana penjualannya sudah mencapai 3 juta unit. Dan kami sudah banyak melakukan perubahan pada desain itu. Jadi, kami gunakan desain ini agar lebih hemat biayanya," tambahnya.

Alasan kedua menurut Feiyun adalah lokalisasi dengan menggandeng perusahaan dalam negeri.

"Kami cari supplier lokal untuk menyediakan suku cadang untuk kami. Saat ini sudah 56 persen (kandungan lokalnya). Supplier lokal membantu kami menurunkan biaya produksi mobil," jelasnya.

Lebih lanjut, Feiyun mengatakan, hal lain yang mendukung rendahnya harga produk Wuling adalah manufacturing. Kesamaan teknologi yang digunakan membuat produksi mobil Wuling menjadi lebih murah.

"Dari segi link, supaya bisa menghemat biaya produksi," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Pencapaian Suzuki Sejak Dilahirkan
Artikel Selanjutnya
Penjualan Mobil ASEAN Positif, Kontribusi Indonesia Tertinggi