Sukses

Memodifikasi Busi, Amankah?

Liputan6.com, Jakarta - Untuk meningkatkan performa dan umur pemakaian atau durability, banyak yang melakukan modifikasi atau ubahan di busi kendaraan. Kebanyakan, pemilik kendaraan atau modifikator memotong elektroda ground di busi.

Padahal, proses perkembangan teknologi busi sangat dipengaruhi oleh efek quenching, di mana bentuk elektroda dan fitur sangat memengaruhi kinerja busi dalam menjalankan proses pengapian. Pada dasarnya, bentuk elektroda busi sangat beragam sesuai dengan kebutuhannya.

Lalu, bagaimana jadinya apabila busi standar dibentuk menyerupai busi tipe lain dengan cara melakukan pemotongan pada bagian ground elektroda-nya?

1) Tujuan modifikator memangkas bagian elektroda

Sesuai dengan prinsip utama teknologi busi, yaitu meredam efek quenching, yaitu inti api diharapkan tidak cepat padam pada saat proses pengapian. Karena bentuk dari elektroda dapat menghalangi pertumbuhan inti api pada saat busi bekerja, maka modifikator memotong elektroda ground untuk mempercepat proses penyebaran api.

2) Posisi pemangkasan elektroda

Untuk pemangkasan, banyak posisi yang dilakukan oleh modifikator. Namun, untuk saat ini, fokus pada bagian elektroda ground yang dipangkas dan dibuat sejajar dengan elektroda pusat. Diharapkan pada saat terjadi percikan, munculnya api bisa lebih bebas karena tidak terhalang oleh elektroda.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Tujuan

Menurut Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, tujuan utama yang diharapkan dari pemotongan tersebut, adalah terciptanya api yang dapat bersentuhan langsung dengan bahan bakar dan udara yang terkompresi tanpa ada hambatan, dengan kata lain dapat menekan efek quenching yang terjadi pada elektroda busi.

Lalu, apakah benar bahwa dengan memotong bagian ground elektroda tersebut dapat memengaruhi kinerja busi?

1) Akselerasi kendaraan akan terasa meningkat

Pada contoh elektroda yang dipotong, posisi awal terbentuknya api mengalami pergeseran menuju sisi kiri sehingga api menjadi lebih cepat membesar.

Hal tersebut akan berpengaruh pada api yang membesar, dikarenakan efek quenching yang terjadi lebih sedikit diterima oleh masing-masing elektroda. Jadi, spontanitas akselerasi kendaraan akan terasa mengalami peningkatan akibat perubahan tersebut.

2) Akibatnya tingkat keausan menjadi tidak merata

Dikarenakan terdapat pergeseran titik pengapian, maka percikan listrik yang diterima juga akan mengalami pergeseran.

Hal ini mengakibatkan elektroda yang menerima percikan listrik tidak fokus, dan menyebabkan keausan pada kedua elektroda menjadi tidak merata, sehingga potensi terjadinya penumpukan karbon menjadi lebih cepat, yang menyebabkan potensi umur pakai busi menjadi tidak bisa diprediksi kerusakannya.

Selain itu, busi standar yang berbahan nickel, artinya akan lebih cepat terjadi keausan dibandingkan dengan bahan logam mulia.

Artikel Selanjutnya
Perlukah Menguras Minyak Rem Mobil?
Artikel Selanjutnya
Benarkah Mobil Hasil Modifikasi Berisiko Terbakar?