Sukses

Seberapa Nyaman Wuling Confero S Menjelajah Bali?

Liputan6.com, Bali - Wuling Confero S memang menjadi pendatang baru di kancah otomotif nasional. Hadir sebagai mobil keluarga di kelas Low Multi Purpose Vehicle (MPV), Wuling Confero S sempat diragukan karena citra mobil Cina yang pernah ada di awal tahun 2000-an.

Tak dipungkiri, karena alasan di atas mobil dari dataran Tiongkok kalah pamor dengan kualitas merek-merek Jepang apalagi Eropa. Belum lagi, hal-hal yang berbau Cina kerap diidentikan dengan barang palsu.

Di Indonesia sendiri, Wuling Confero S bersaing melawan kompetitor yang cukup disegani dalam hal penjualannya seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga.

Namun keraguan masyarakat akan mobil tersebut coba ditepis PT Wuling Motors Indonesia selaku agen tunggal pemegang Wuling di Tanah Air. Maklum, Wuling Confero S merupakan mobil terlaris di Cina. Jualannya jauh lebih besar dari Avanza di Indonesia. Bayangkan, tahun lalu mobil yang di sana bernama Hongguang laku sebanyak 650 ribu unit. Itu di satu negara. Sementara untuk jualan internasionalnya ada sekitar 200 ribu. Banyak! Avanza saja cuma seratus ribuan unit per tahun di sini.

Nah, pekan lalu Wuling Motor Indonesia mengajak sejumlah media termasuk Liputan6.com untuk menjajal bagaimana rasa mobil yang diproduksi di kawasan GIIC, Deltamas, Cikarang, Bekasi dengan cara diuji di jalanan di pulau Dewata, Bali.

Wilayah ini sengaja dipilih karena dianggap mewakil beberapa jalanan di Tanah Air yang meliuk-liuk, tanjakan dan turunan, serta padat dan sempit namun tetap menampilkan beragam panorama indah di setiap sisinya.

Jika melihat eksterior mungkin sudah banyak pembahasanya. Tak mau berlama-lama, berikut ini beberapa ulasan yang dirasakan Liputan6.com selama mengemudikan dan menumpang Wuling Confero S di Bali.

Menjadi Penumpang

Wuling Confero S memiliki dimensi yang cukup besar di kelasnya. Bayangkan saja panjang mobil ini mencapai  4.530 mm, lebar 1.691 mm, dan tinggi 1.715 mm.

Maka untuk panjang eksteriornya sendiri mengalahkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia (4.190 mm), Honda Mobilio (4.398 mm), dan Suzuki Ertiga (4.265 mm). Mitsubishi Xpander juga masih kalah panjang, 4.475mm. 

Masuk dalam kabin, hampir semua awak media terpukau. Tidak menyangka jika mobil tersebut berada di kisaran Rp 128,8 juta sampai Rp 165,9 juta on the road Jakarta.

Masuk dan mencoba duduk selama perjalanan di baris ketiga atau paling belakang, hal ini bukan masalah jika mereka memiliki tinggi badan 165-170 cm. Sebab terasa lega.

Duduk di kursi belakang tak masalah karena bantingan supensinya cukup nyaman, meski selama perjalanan kerap menemui jalan bergelombang.

Duduk di baris kedua, mobil yang dipakai kali ini memiliki pilihan captain seat. Itu artinya bagian baris kedua hanya mampu digunakan dua orang saja. Hal ini membuat mobil tersebut terasa lebih spesial.

Selain itu antara lutut dan baris depan tak jadi halangan. Karena tidak berbenturan.  Belum lagi karena baris kedua bisa maju mundur berkat pengaturan sliding dan reclining.

Karena model yang kami pakai menggunakan konfigurasi captain seat, maka bahan jok diganti dari fabric menjadi kulit sintetis. Namun sedikit yang membuat terasa minus di bagian ini yaitu jok terasa padat, sehingga lebih keras.

Kendati begitu rasa nyaman di baris kedua dan ketiga ditunjang berkat pendingin ruangan dari AC double blower yang embusannya merata, suhunya juga dapat diatur dari baris kedua .

Selain itu, para penumpang dimanjakan dengan banyaknya socket charger atau lubang USB yang digunakan untuk mengisi baterai telepon genggam di setiap barisnya. Hal ini membuat Wuling Confero S terasa kekinian.

Saking leganya, mobil ini juga masih mampu menampung beberapa tas dan koper di bagian belakang. Lumayankan.

 

1 dari 3 halaman

Kesan Baris Pertama

Usai membahas ruang penumpang belakang, kini giliran menjadi sopir. Posisi jok pengemudi bisa diatur dengan ketinggian yang diinginkan.

Belum lagi lingkar kemudi Wuling Confero S telah dilengkapi fitur tilt steering sehingga bisa pas tangan meliuk-liukan kemudi. Sehingga mengemudi dengan mobil ini bisa merasakan kenyamanan.

Kaca depan Wuling Confero S dibuat sangat lebar, sehingga visibilitas pengemudi menjadi jelas, karena jarak pandang ke depan terasa leluasa.

Bagian dashboard mobil ini memang cukup unik, karena dilengkapi jam yang terkesan klasik, namun saat malam hari dapat menyala terang. Pengaturan AC juga mudah dijangkau.

Tak hanya itu, keunikan mobil ini karena Multi Information Display (MID) telah dilengkapi fitur Tire Pressure Monitoring System yang berfungsi memastikan tekanan angin pada keempat ban.

Namun sayang, Confero S ini tidak dilengkapi informasi rata-rata penggunaan bahan bakar pada MID. Padahal dengan bisa membaca konsumsi bahan bakar maka fitur tersebut bisa seperti pada mobil lainnya.

Sayangnya lagi, headunit 2DIN touchscreen berukuran 8 inci ini hanya ada pada model paling tinggi. Padahal jika digunakan pada semua varian khususnya model captain seat menambah kesan keren. Selain itu dari lingkar kemudi juga bisa mengoperasikan Steering Switch Control.

2 dari 3 halaman

Performa

Usai mengulir kunci kontak kesan pertama suara mobil ini cukup halus. Suara mesin cukup anteng tak berisik di dalam kabin.

Saat pedal kopling diinjak, terasa sangat ringan. Sulit dibandingkan dengan merek dan model apapun. Tuas transmisi juga mudah diraih untuk dioperasikan.

Ketika melaju di jalanan, handling lingkar kemudi juga terasa ringan. Saat membelah kemacetan, termasuk jalur kecil di wilayah Bali yang padat, mobil ini sangat mudah dikendalikan.

Stabilitas di jalan berpasir dan bergelombang cukup mumpuni. Ternyata, rahasianya terdapat pada settingan suspensi bagian depan tipe McPherson strut coil spring, independent suspension dan belakang menerapkan tipe coil spring, Semi Independent Suspension.

Di samping itu, Wuling Confero S juga dilengkapi dengan pelek alloy with machining berdiameter 15 inci dengan ukuran 195/60 R15.

Menyoal performa, mobil ini telah dibenamkan jantung pacu bermesin 4 silinder berkapasitas 1.5 liter DOHC DVVT yang mampu menghembuskan daya 107 Tk pada 5.800 rpm dengan torsi puncak 142 Nm pada putaran 3.800-4.400 rpm.

Hal ini pula yang membuat mobil ini terasa tak jauh berbeda dengan mobil-mobil Jepang lainnya.  

Kelebihan dan Kekurangan

+ Mobil ini banyak memiliki fitur melimpah di tengah harga yang jauh lebih terjaungkau

+ Kabin senyap untuk jenis mobil sekelasnya

+ Performa mesin mobil cukup bisa diandalkan

- Bahan jok tebal, duduk jok terasa keras

- Tidak ada fitur untuk membaca konsumsi bahan bakar

- Durability Confero S belum terbukti di Indonesia.

- Dealer belum tersosialisai, target 50 dealer hingga akhir tahun fiskal

Artikel Selanjutnya
Bukit Seroja Wonosobo, Wisata Alam Cantik yang Bikin Melongo
Artikel Selanjutnya
Wanagiri Hidden Hills, Jadi Tempat Selfie Kekinian di Bali