Sukses

Kenapa Motor Saya Lebih Boros BBM Ketimbang Motor Orang Lain?

Liputan6.com, Jakarta - Para pengendara sepeda motor pasti pernah mengeluhkan kendaraan yang digunakannya lebih boros bahan bakar dibanding rekan-rekannya. Padahal motor tersebut memiliki merek, model dan jenis bahkan tahun produksi yang sama.

Ternyata, ada beberapa hal yang membuat sepeda motor Anda menjadi boros.

Seperti dilansir Honda Cengkareng, ada tiga faktor yang menyebabkan perbedaan tingkat penggunaan BBM pada motor, yakni kondisi jalan, cara mengendarai motor dan setting pada mesin.

Namun selain ketiga poin di atas, ada juga beberapa faktor lain yang menyebabkan perbedaan tingkat konsumsi. Untuk penjelasannya sebagai berikut:

Kondisi Jalan

Secara umum, pengendara yang menempuh kondisi jalan macet akan mengkonsumsi BBM lebih banyak dibandingkan pengendara yang melewati jalan lancar.

Hal ini disebabkan oleh pembukaan dan penutupan throttle lebih banyak pada jalan macet dibandingkan jalan lancar.

Cara Mengendarai Motor

Setiap pengendara memiliki style dan cara yang berbeda dalam mengendarai motornya. Gaya mengendarai yang suka membuka gas mendadak akan mengakibatkan pembuangan bahan bakar yang sia-sia karena terlalu cepat dibandingkan putaran mesin.

Untuk konsumsi BBM yang optimal, disarankan untuk membuka gas lebih stabil.

Setting Pada Mesin

Selain faktor di atas, settingan mesin juga dapat berpengaruh pada tingkat konsumsi BBM dari motor. Beberapa contoh setting yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi BBM antara lain lenggang klep, setelan karburator, jarak renggang busi, dan filter kurang bersih.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Rantai Kendur Bikin Bensin Boros, Ini Penjelasannya

Ada banyak faktor yang membuat [konsumsi bahan bakar sepeda motor lebih boros dari biasanya. Salah satunya, dan yang justru kurang diperhatikan, adalah karena rantai roda kendur dan didiamkan terus menerus. Bagaimana penjelasannya?

Untuk itu, perlu dipahami terlebih dulu apa kondisi yang membuat mesin mengonsumsi bahan bakar secara normal. Agar dapat seperti itu, kinerja mesin tidak boleh berlebih. Ketika berlebih, "usaha" mesin untuk tetap membuat kendaraan melaju normal akan semakin berat.

Dan ketika kerja mesin semakin berat, maka saat itu pula ia akan mengonsumsi lebih banyak bahan bakar.

Logika ini yang juga menjelaskan mengapa rantai kendur bisa membuat bensin cepat habis.

"Dalam kondisi rantai kendur, 'lari' kendaraan sudah tidak 'padat'. Mata rantainya tidak mencengkeram stabil sehingga butuh daya yang lebih besar. Sederhananya kerja mesin lebih berat," terang Kimin, mekanik Motoraya, bengkel yang ada di kawasan Mampang, Jakarta, kepada Liputan6.com.

"Lari motor jadi kurang responsif. Otomatis bensin lebih cepat boros," tambahnya.

Fredy Kusuma, dalam blog pribadinya, pernah melakukan uji coba untuk membuktikan teori ini. Ia menggunakan Suzuki Thunder dengan jarak tempuh 20 kilometer, dengan bobot 75 kilogram, dan kecepatan tidak lebih dari 50 km/jam, dalam keadaan rantai kendur dan rantai normal.

Hasilnya, motor yang rantainya kendur mengonsumsi bensin sebanyak 485 ml (atau 41,24 km/liter), sementara motor yang rantainya normal mengonsumsi bensin 470 ml atau 42,55 km/liter.

Artikel Selanjutnya
Meski Mampu, Perlukah Borong Barang Bermerek?
Artikel Selanjutnya
Bukan Hemat, Ini Tandanya Jika Anda Seorang yang Pelit