Sukses

Dinding Ban Rusak, Bisa Diperbaiki?

Liputan6.com, Jakarta Saat dinding ban mobil Anda rusak, mungkin Anda tebersit untuk memperbaikinya sendiri atau membawanya ke tukang tambal di pinggir jalan. Mungkin saja Anda bisa menambalnya seperti permukaan ban biasa. Akan tetapi, biasanya hal tersebut tidak akan berlangsung lama, karena struktur dinding ban berbeda dibanding bagian lainnya.

Dilansir doityourself, dinding ban perlu bergerak ke berbagai arah, sehingga beban kerjanya semakin berat. Meskipun bisa diperbaiki, risiko untuk rusak semakin tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Zulpata Zainal, Proving Ground Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, mengatakan bahwa memperbaiki dinding ban yang sudah rusak tidak direkomendasikan. "Apabila benang bagian samping ban sudah putus, itu sudah tidak bisa diperbaiki," ungkapnya melalui pesan singkat ke redaksi Liputan6.com. "Jika dinding ban hanya retak halus seperti rambut, masih bisa menggunakan cairan silikon atau penghitam ban," sambungnya.

Lantas bagaimana solusinya? Meskipun dinding bagian samping bisa diperbaiki dengan cara vulkanisasi, selain harganya relatif mahal, hal tersebut tidak menjadi solusi jangka panjang.

Langkah yang terbaik adalah menggantinya dengan ban bekas dalam kondisi baik, atau ban baru. Ban baru tetap menjadi prioritas, karena akan sulit mendeteksi masa pakai dan kondisi sebenarnya dari ban bekas.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Dinding Ban Hancur Bukan karena Air Keras, tapi...

Beberapa hari ini, ramai beredar informasi melalui broadcast di grup-grup aplikasi percakapan, terkait modus air keras yang ditaruh di botol plastik. Ketika botol tersebut dilindas mobil, ban akan rusak karena terkena air keras.

Dalam foto yang juga tersebar di broadcast tersebut, kerusakan ban akibat air keras itu cukup parah, dengan dinding ban yang pecah dan hancur.

Lalu, benarkah air keras bisa membuat kerusakan parah di ban?

Dijelaskan Zulpata Zaenal, Proving Ground Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, air keras memang bisa merusak ban, tetapi hanya bagian yang terkena air kerasnya. Namun, jika melihat gambar yang tersebar, dinding ban memang rusak, tapi tapak ban masih mulus.

"Kalau lihat kerusakan, itu bukan karena cairan kimia. Kalau kerusakan ban tersebut, istilahnya bleedingCBU (Cord Broken Up), karena ban dijalankan terus-menerus dalam keadaan kurang angin," jelas Zulpata ketika dihubungi Liputan6.com, Selasa (17/10/2017).

Lanjut pria ramah ini, ketika tekanan angin di ban kurang dan tetap jalan, maka dinding ban bakal kelelahan. Akibatnya, karet hangus dan benang ban bakal putus.

"Kalau misalkan ada botol diisi dengan air keras, pasti telapaknya juga kena, dan di gambar tapaknya sangat mulus. Air keras juga tidak bisa ditaruh di botol plastik biasa, harus botol kaca atau botol plastik khusus," tegasnya.

Artikel Selanjutnya
Jangan Panik, Lakukan Hal Ini Jika Alami Rem Blong
Artikel Selanjutnya
Jalan Sukabumi-Puncak Rusak, Warga Tanam Pohon hingga Mancing