Sukses

Nissan Perkenalkan Mobil Listrik Swakemudi, Seberapa Canggih?

Liputan6.com, Tokyo - Pabrikan mobil yang tengah tersandung kasus inpeksi akhir produksi kendaraan, Nissan, resmi memperkenalkan mobil konsep terbarunya, IMx, di Tokyo Motor Show (TMS) 2017. Mobil ini merupakan konsep crossover bertenaga listrik, dan menawarkan sistem swakemudi dengan jarak berkendara mencapai 600 km.

Dengan menawarkan kenyamanan yang belum pernah ada sebelumnya, dan kemampuan untuk mengendalikan mode berkendara, Nissan IMx ingin mentransformasi pengalaman pengemudi saat berkendara.

"Mobil konsep zero-emission crossover IMx ini mewujudkan masa depan Nissan Intelligent Mobility," ujar Daniele Schillaci, Executive Vice President Nissan Motor Co., Ltd., untuk Global Marketing dan Sales, Zero-Emission Vehicles dan Battery Business.

 

Mobil konsep IMx ini mengadopsi platform terbaru dari Nissan EV, yang dirancang untuk mencapai efisiensi yang maksimal. Hal ini, menjadikan desain lantai kendaraan menjadi rata, sehingga menghasilkan kabin yang luas dan dinamika berkendara yang lebih baik.

Nissan IMx didukung sepasang motor listrik berkapasitas tinggi di bagian depan dan belakang, dengan sistem all-wheel drive.

Keduanya menghasilkan daya kombinasi sebesar 320 kW, dan torsi 700 Nm, dengan bersumber dari baterai berkapasitas tinggi yang telah didesain dan direkayasa ulang untuk meningkatkan kerapatan energi.

Baterai baru ini memiliki daya tempuh lebih dari 600 kilometer dengan satu kali pengisian baterai, sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan jauh tanpa perlu khawatirkan pengisian ulang daya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Nissan tutup pabrik

Akibat skandal inspeksi akhir yang tidak dilakukan secara benar oleh Nissan Motor Corporation, akhirnya pabrikan asal Jepang ini menghentikan produksi di enam pabrik perakitannya di Negeri Matahari Terbit.

Melansir Reuters, Jumat (20/10/2017), penghentian produksi ini dilakukan selama dua minggu untuk mengonfigurasi ulang jalur inspeksi akhir unit Nissan yang diproduksi.

Untuk diketahui, akibat dari kasus inspeksi akhir unit yang tidak benar dan dilakukan oleh teknisi tidak berkualifikasi, pabrikan terbesar kedua di Jepang ini harus menarik 1,2 juta unit kendaraannya untuk diperbaiki.

Sebelum produksinya berhenti, Nissan bahkan sudah memperketat kontrol proses inspeksi, ketika isu kasus tersebut terungkap akhir bulan lalu.

Artikel Selanjutnya
Honda CR-V Hybrid Siap Mengaspal, Seberapa Canggih?
Artikel Selanjutnya
Top3: Turbocharger dan Risiko Kebakaran Mobil