Sukses

Trik Menghindari Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah akun media sosial memperlihatkan kecelakaan beruntun yang terjadi di sebuah jalan tol. Kecelakaan ini disebabkan tiga ekor kambing yang menyeberang.

Terkait masalah kecelakaan beruntun di jalan tol, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, angkat bicara.

Kata dia, untuk menghindari adanya objek bergerak yang menyeberang dan menghalangi lintasan, pengemudi harus melakukan tindakan preventif atau pencegahan dan mengetahui cara defensive driving, yakni mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dengan tujuan mengurangi peluang kecelakaan.

“Nah, apa yang harus dilakukan? Ketika kita mengemudi, walaupun jalanan kosong atau terlihat secara visual kosong, jangan pernah berpikir ‘Anda boleh rileks’. Karena jalan raya tidak pernah aman,” kata Jusri saat berbincang dengan Liputan6.com.

Jusri menyatakan, pengemudi harus berpikir kemungkinan di jalanan yang dilalui bisa mengalami hal terburuk. Termasuk saat melewati tingkungan, blind spot, area kosong, hingga keberadaan objek yang tiba-tiba muncul, seperti manusia, mobil, dan binatang.

Jika driver berpikir kemungkinan terburuk di jalanan, lanjutnya, maka pengemudi dapat melakukan manuver-manuver sebagai antisipasi.

“Dengan demikian kita akan lebih sigap, hati-hati, kita enggak kaget, kita enggak akan manuver tanpa perhitungan. Semuanya dilalui sebuah analisa,” kata dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut:

1 dari 2 halaman

Tindakan Saat Ada Objek Melintas Secara Tiba-Tiba

Ketika objek seperti binatang melintas, Jusri menyatakan, cara yang dapat dilakukan adalah menghindar dan berhenti atau memperlambat laju mobil sebelum mendekati objek.

Akan tetapi, cara ini kemungkinan berhasil menghindari atau tidak menabrak objek binatang yang melintas, tetapi driver bisa saja ditabrak dari arah belakang.

“Kalau dengan kecepatan tinggi kita menghindar akan terbalik. Jadi apa yang dilakukan? Begitu melihat sesuatu yang tidak terduga itu muncul cek bahaya lainnya yang tidak terlihat. Bahaya di depan terlihat, tapi ada bahaya lainnya yang tidak terlihat, yaitu bahaya yang ada di belakang dan samping,” terangnya.

“Karena itu, ketika memutuskan sesuatu untuk rem atau menghindar, cek bagian belakang dulu. Kalau belakang aman, boleh kita ngerem. Kalau di belakang tidak aman, karena ada mobil dan lainnya, maka yang perlu kita lakukan adalah perlahan dan menghindar,” tambah Jusri.

Menurut Jusri, setelah melihat objek muncul tiba-tiba, usahakan jangan panik, hal ini agar momentum saat menabrak kendaraan tidak besar. Karena itu, memperlambat laju mobil menjadi hal utama.

Tak lupa, saat memperlambat laju mobil, berikan tanda peringatan berupa menyalakan lampu hazard.

Sebab, perubahan laju di jalan tol dari cepat menjadi lambat secara mendadak, dapat membuat peluang kecelakaan beruntun besar sekali.

“Jadi sebaiknya, teknik defensive driving dengan cara antisipasi dari awal melihat sejauh mata memandang, mengindentifikasi atau mengobservasi, lintasan dari jauh, itu akan membantu untuk mendapatkan keputusan yang tepat, yang selalu diawali proses analisa,” terangnya.