Sukses

Bugatti dan Koenigsegg Siap-Siap Bertekuk Lutut

Liputan6.com, Jakarta Hypercar terbaru Hennessey, Venom F5, diciptakan dengan satu tujuan, yaitu menjadi mobil jalanan tercepat di dunia. Kecepatan puncak diklaim melebihi 482 km/jam.

Dilansir Carscoops, untuk mencapai angka tersebut, tim Hennessey Special Vehicles harus menciptakan desain baru, sasis, dan bodi serat karbon. Semua dibuat untuk mendapatkan angka hambatan terkecil. 

John Hennessey, pendiri sekaligus CEO, mengungkapkan, "Kami berharap Venom F5, yang mendapatkan nama dari angin tornado terkencang skala Fujita, untuk menjadi mobil jalanan pertama yang dapat meraih kecepatan 482 km/jam. Kami bekerja sama dengan Pennzoil untuk meraih hal tersebut."

Mesin V8 twin turbo yang menghasilkan tenaga 1.600 Tk. Tenaga dari mesin disalurkan ke road belakang melalui transmisi 7-percepatan single clutch.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 3 halaman

Performa Akselerasi

Dikombinasikan dengan curb weight sebesar 1.338 kg, akselerasi 0-300 km/jam dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 detik, membuatnya lebih cepat dari semua mobil F1 yang pernah ada.

Hennessey mengklaim 0-400-0 km/jam dapat diraih dalam waktu kurang dari 30 detik. Kecepatan puncak diklaim 482 km/jam.

Angka tersebut lebih cepat dibanding Bugatti Chiron yang mencatatkan waktu 42 detik, dan lebih cepat 6 detik dibanding Koenigsegg Agera RS.

Hennessey Venom F5 hanya akan diproduksi sebanyak 24 unit saja. Harga per unitnya dibanderol US$ 1,6 juta (setara Rp 21,6 miliar).

2 dari 3 halaman

Koenigsegg Agera RS Patahkan Rekor Bugatti Chiron

Pada medio bulan September lalu, Bugatti Chiron mencatatkan rekor 0-400km/jam-0 dengan catatan waktu 42 detik. Namun, catatan rekor tersebut tidak berlangsung lama, karena Koenigsegg Agera RS baru-baru ini mencatatkan rekor baru.

Dilansir Topgear, Koenigsegg Agera RS mencatatkan waktu 0-400km/jam-0 selamat 36,4 detik. Selisih waktu yang nyaris mencapai 6 detik tersebut mengukuhkan Koenigsegg Agera RS sebagai mobil tercepat, dan Bugatti Chiron akan sulit untuk menutupi selisih waktu tersebut.

Kepada Topgear, Koenigsegg awalnya berencana untuk mencatatkan rekor antara 30 September dan 2 Oktober 2017 di sirkuit Papenburg, Jerman. Namun, rencana tersebut harus mundur akibat cuaca yang kurang mendukung. Pengujian akhirnya mengambil lokasi di Vandel, Scandinavia selatan pada 1 Oktober lalu.

Uniknya, Koenigsegg Agera RS yang digunakan adalah milik pribadi. Dan sang pemilik tidak sabar untuk melihat 'batasan' dari mobil kesayangannya dibanding mobil pabrikan lainnya. Mesin 5,0 liter twin-turboV8 tersebut menghasilkan tenaga 1.378 hp dengan torsi puncak 1.370 Nm.

Seperti yang terlihat pada video, kondisi tempat pengujian tidak terlihat terlalu mulus, dengan panjang hanya 2,8 km. Koenigsegg sendiri mengungkapkan dengan trek sepanjang itu, sangat mudah untuk mencapai ujung dari trek. "Trek ini terbilang cukup aman, karena ada run-off zone di akhir trek. Akan tetapi akan lebih aman jika kami tidak menggunakan itu," ungkap pembicara dari Koenigsegg .

Artikel Selanjutnya
4 Bintang Serie A yang Dibekap Cedera Parah
Artikel Selanjutnya
Lawan Barcelona, Juventus Terancam Keropos