Sukses

Plug-In Hybrid Tidak Masuk Akal bagi Volkswagen, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta - Setelah skandal besar Dieselgate, Volkswagen berupaya untuk membersihkan nama baiknya dan kini fokus untuk mengembangkan kendaraan listrik. Beberapa yang sudah dipersiapkan adalah mobil listrik ID Buzz dan ID Crozz.

Meskipun sangat berambisi dengan mobil listrik, ternyata Volkswagen menghindari untuk menjual mobil plug-in hybrid. Dilansir caranddriver, VW tidak berencana untuk menjual plug-in hybrid di Amerika, bahkan di Eropa.

Herbert Diess, CEO Volkswagen, mengungkapkan plug-in hybrid tidak masuk akal untuk pasar Amerika dengan melihat aturan emisi di masa mendatang, dan plug-in hybrid tidak mendapatkan insentif dari segi pajak. Diess mengungkapkan plug-in hybrid masih masuk akal untuk pasar Cina, namun untuk di pasar Eropa dirinya masih ragu.

Meskipun demikian, plug-in hybrid memiliki keuntungannya sendiri karena mengadopsi dua penggerak. Motor elektrik dengan baterai dapat dioptimalkan saat digunakan untuk bepergian jarak dekat di dalam kota. Dan mesin konvensional dapat digunakan saat bepergian jarak jauh tanpa perlu mengkhawatirkan pengisian listrik untuk baterai.

Untuk saat ini, VW akan fokus kepada mobil listrik, dan Diess yakin mobil listrik akan lebih murah dan mudah untuk dibuat. " Anda akan selalu memiliki, di dalam jajaran produk, mobil yang lebih profit dan mobil yang tidak terlalu profit. Kami telah selesai dengan mobil pertama kami, ID Hatch. Keuntungan yang didapat sama dengan VW Polo," pungkas Diess.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Lima Mobil Listrik VW Tebus Dieselgate

Untuk menebus ‘dosa’ akibat skandal Dieselgate yang menimpa Volkswagen, kini perusahaan asal Jerman tersebut berambisi untuk menciptakan puluhan mobil listrik di masa depan. Saat ini, dari foto yang bocor di dunia maya, Volkswagen sedang mengembangkan lima model listrik, dua di antaranya belum diperkenalkan.

Foto yang diunggah oleh Autoblog.nl, Volkswagen akan menawarkan beragam model yang menggunakan platform baru MEB sebagai basis utamanya

Perkembangan mobil elektrik dari Volkswagen akan semakin menarik di tahun 2020 mendatang, pasalnya VW akan meluncurkan versi produksi dari I.D. concept di Eropa. Mobil yang pertama kali diperkenalkan pada tahun lalu ini mengadopsi mesin elektrik berdaya 167 Tk dengan jarak tempuh hingga 600 km.

Harganya diklaim setara dengan varian Golf yang memiliki kemampuan akselerasi 0 – 100 km/jam kurang dari 8 detik.

Setelah itu VW akan mengeluarkan I.D.Cross yang diperkenalkan di Shanghai Motor Show awal tahun ini. Belum ada bocoran spesifikasi. Namun, baterai yang digunakan berkapasitas 83 kWh lithium-iondengan jarak tempuh hingga 500 km.

I.D. AEROe dan I.D. Lounge adalah dua model yang masih menjadi misteri di gambar tersebut. Namun, sepertinya model tersebut akan tersedia di pasar Amerika Serikat dan China. Jika harus menebak, I.D. AEROe terlihat sebagai model sport, sedangkan I.D. Lounge terlihat seperti MPV.

Model terakhir adalah I.D. Buzz concept yang akan diproduksi secara massal nantinya. Mobil tersebut mengadopsi dua motor elektrik yang menghasilkan tenaga kombinasi 368 Tk.

Artikel Selanjutnya
Ikuti Jejak Aston Martin, Porsche Tertarik Garap Mesin F1
Artikel Selanjutnya
McLaren Tertarik Buat Mesin F1