Sukses

Ambisi Lamborghini Ciptakan Mobil Listrik Tanpa Baterai

Liputan6.com, Jakarta Lamborghini kini sedang bekerja sama dengan insinyur Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk menciptakan supercar listrik tanpa baterai. Sebagai gantinya, bodi pada mobil konsep Lamborghini Terzo Millennio akan disemati exotic carbon nanotubes.

Dilansir CNN, bodi tersebut digunakan sebagai supercapacitor yang sanggup menyimpan dan mengeluarkan energi dengan cara berbeda dibanding baterai. Supercapacitor memiliki keunggulan tersendiri, dan juga kerugian yang tidak main-main.

Membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakannya. Tapi, menurut Mauricio Reggiani, kepala R&D Lamborghini, usaha tersebut tidak akan sia-sia. "Saat ini, kami sangat optimis," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini baterai terbaik di dunia tidak akan bekerja dengan baik pada supercar. Alasannya sederhana saja, karena baterai terlalu berat dan tebal. Jika menggunakan baterai kecil, tentu tidak akan bertahan lama.

" Jika saya memiliki super sportscar dan saya ingin pergi ke trek. Saya ingin melahap putaran demi putaran tanpa perlu mengisi baterai," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 3 halaman

Supercapacitor

Supercapacitor yang terbuat dari karbon memiliki kelenturan untuk dibentuk menjadi panel bodi. Keuntungan tersebut dapat memangkas bobot mobil dan mempermudah merancang desain.

Keuntungan lainnya, supercapacitor dapat menyerap dan melepas energi lebih cepat dari baterai. Baterai dapat menjadi kepanasan, dan performanya akan menurut. Hal tersebut biasanya terjadi saat motor elektrik berperforma tinggi menyerap banyak energi dari baterai secara terus menerus.

Kelemahan dari supercapacitor adalah kemampuan menyimpan energi relatif kecil. Saat ini supercapacitor digunakan untuk meledakkan energi jangka pendek, seperti menyalakan mesin bensin.

2 dari 3 halaman

Akhirnya, Lamborghini Kepincut Bikin Mobil Hybrid

Lamborghini dikenal sebagai pabrikan supercar yang tetap bertahan dengan mesin naturally aspirated. Namun, hal tersebut akan berubah. Karena Lamborghini mengonfimasi akan meluncurkan sistem hybrid di SUV terbarunya, yaitu Urus. Urus akan diperkenalkan pada akhir tahun 2017, tapi sampai saat ini belum ada informasi seputar spesifikasinya.

Diberitakan Autocar, Aventador generasi selanjutnya akan mempertahan mesin V12 naturally aspirated. Sedangkan Huracan akan menjadi supercar pertama dari Lamborghini yang merasakan teknologi hybrid. "Huracan selanjutnya yang akan menjadi hybrid. Hybrid adalah jawabannya, bukan elektrik sepenuhnya," ungkap Stefano Domenicali, bos Lamborghini kepada Autocar.

Menyoal mesin naturally aspirated yang dimiliki, Stefano mengatakan," Masih banyak potensi yang tersemat dalam mesin V12. Pendekatan terbaik bagi kami adalah memiliki V10 dan V12 yang cocok dengan konsumen, dan kami akan berpindah ke hybrid di waktu yang tepat."

Saat ini memang masih sedikit permintaan hybrid dari konsumen Lamborghini. Karena konsumen Lamborghini menginginkan tenaga dan performa dari mesin naturally aspirated. Itu menjadi salah satu pertimbangan untuk mempertahankan mesin V12 di Aventador.

Salah satu yang menjadi kendala pada teknologi hybrid adalah jarak tempuh yang dimiliki. Jika konsumen Lamborghini bermain di sirkuit, tentu ingin memaksimalkan potensi mobilnya selama sehari penuh. Namun, pada mobil hybrid, sensasi berkendara di sirkuit tidak akan optimal saat baterai habis dan mengandalkan mesin saja. Jika baterai habis, maka baterai serta motor elektrik hanya menambah bobot mobil di sirkuit.

Artikel Selanjutnya
Honda CR-V Hybrid Siap Mengaspal, Seberapa Canggih?
Artikel Selanjutnya
Unggah Foto Supercar, Mobil Baru Sule?