Sukses

Sudah 4 Juta Mobil, Trump Masih Minta Jepang Bikin Mobil di AS

Liputan6.com, Tokyo - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta pabrikan mobil Jepang untuk membangun kendaraannya di Amerika Serikat. Padahal, presiden kontroversial ini tidak menyadari jika pembuat mobil terkemuka asal Negeri Matahari Terbit ini sudah produksi jutaan mobil di Negeri Paman Sam.

Melansir Carscoops, ditulis Selasa (7/11/2017), selama kunjungannya di negara-negara Asia, Trump berbicara jika Jepang telah mengambil keuntungan yang tidak adil di perdagangan Amerika Serikat. Alasannya, karena mobil asal Amerika Serikat tidak banyak yang terjual di Jepang.

"Cobalah membangun mobil Anda di Amerika Serikat, sebagai ganti pengiriman. Itu tidak terlalu kasar untuk dipertanyakan. Apakah hal tersebut kasar jika dipertanyakan?" ucap Trump.

Pernyataan Trump tersebut lantas diperdebatkan oleh pakar di seluruh dunia, dan menunjukkan berapa banyak kendaraan asal Jepang yang sudah diproduksi di Amerika Serikat, dan sepertinya tidak diketahui presiden.

Untuk diketahui, tahun lalu produsen asal Jepang telah memproduksi hampir 4 juta unit kendaraan di Amerika Serikat, dengan tambahan 4,7 juta mesin.

Terlebih, pabrikan asal Jepang ini sudah mempekerjakan sekitar 850 ribu orang di Amerika Serikat, dan sekitar 412.281 unit mobil dan truk dari merek Jepang yang diekspor dari Amerika Serikat.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Pabrik merek Jepang di AS

Sebenarnya, untuk melihat apakah Amerika Serikat dijadikan tempat produksi penting bagi produsen asal Jepang cukup mudah. Hanya dengan melihat daftar ekstensif pabrik Jepang di AS, sudah terlihat bahwa pabrikan Jepang menganggap penting pasar Amerika Serikat.

Untuk pabrikan Jepang yang sudah memiliki pabrik di Amerika Serikat, antara lain Toyota di enam negara bagian, Honda di empat negara bagian, Nissan di Tennesse dan Alabama, Subaru di Indiana, dan Mazda akan memiliki pabrik manufaktur lokal dengan Toyota.

Artikel Selanjutnya
TAU, Perusahaan Jepang Spesialis Mobil Rusak
Artikel Selanjutnya
Harta Karun, Ferrari Langka 40 Tahun Teronggok di Gudang