Sukses

Heboh Mitsubishi Xpander Jadi Armada Taksi

Liputan6.com, Jakarta - Mobil di kelas Low Multi Purpose Vehicle (MPV) kini sedang menjadi target para pengusaha jasa transportasi taksi di Jakarta. Setelah Honda Mobilio, Toyota tak mau ketinggalan untuk menghadirkan Low MPV taksi dengan menghadirkan Transmover.

Toyota Transmover sendiri secara kasat mata memang tak jauh berbeda dengan Avanza. Sebab, mobil tersebut memang satu DNA dengan mobil sejuta umat.

Namun, segmen taksi dengan wujud Low MPV kini dikejutkan dengan munculnya pendatang baru yaitu Mitsubishi Xpnder.

Ya, dalam sejumlah akun di media social, Instagram @mobilgue secara serentak banyak yang memperlihatkan Xpander berbalut seragam biru, mirip perusahaan jasa tranportasi Blue Bird.

“Lumayan lah mobil baru buat taksi,” tulis caption @mobilgue

Melihat foto Mitsubishi Xpander versi taksi ini, pada dasarnya merupakan hasil editan dari seorang warganet. Hanya saja, konsep menggambar ini sangat mirip dengan aslinya.

Namun Anda jangan menduga terlebih dahulu, sebab, baik PT Blue Bird Tbk dan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) belum merilis secara resmi taksi Mitsubishi Xpander.

Hal ini pula membuat sejumlah warganet, ikut membahas kehadrian Xpander versi taksi.

@richard_kh Kalo mobil bagus dan ngetop gitu. Banyak haters hahaha

@wawan.setiawannn Anjay xpander dijadiin taksi

@marcelano_jr Pada baper komennya udah lah yg namanya mobil murah pasti jadi taxi mau taxi konvesional atau taxi online

@mcrzky Cuma editan Photoshop padahal, Malah dianggap serius

@hondabagusjogja Cakep ini... Cocok

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Sebentar Lagi, Taksi Online Bisa Terbang

Perusahaan jasa transportasi online, Uber, siap melakukan ekspansi inovatif yaitu menyediakan layanan mobil terbang untuk taksi di 2020 mendatang.

Informasi ini diumumkan Uber dengan menggandeng Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), dalam sebuah pertemuan terkait rencana pengembangan transportasi udara perkotaan di Lisbon, Portugal, Rabu (9/11/2017). Demikian dilansir CNET, Kamis (10/11/2017).

Acara bertajuk ‘Space Act Agreementtersebut baik Uber dan Nasa, serta mitra lainnya, ingin membuat kendaraan terbang aman dilalui mobil atau kendaraan terbang lainnya yang melintas dengan ketinggian rendah.

Dalam pertemuan tersebut Chief Product Office Uber, Jeff Holden, menampilkan video singkat salah satu rancangan konsep desain mobil terbang Uber. UberAir, disebut sebagai alternatif dari helikopter yang menurut Uber terlalu berisik, berbahaya, mahal, serta tidak ramah lingkungan untuk terbang di wilayah perkotaan.

Sebaliknya, kata Holden, Uber bebas emisi karbon dan bisa terbang, meski ada komponen yang bermasalah. Ongkos mobil terbang ini akan dibuat lebih murah daripada biaya mobil sendiri.

“Uber tidak akan membangun sesuatu yang tidak bisa digunakan semua orang,” ucapnya.

Dari hasil kerja sama ini, rencananya mobil terbang akan meluncur untuk pertama kali di Los Angeles, Amerika Serikat, 2020 mendatang.

Peluncuran taksi terbang UberAir di Los Angeles juga akan berbarangen dengan 20 basis penerbangan yang ditempatkan di titik strategis di kota. Los Angeles akan menjadi kota kedua di AS yang memiliki layanan UberAir setelah Dallas. Adapun kota lainnya yang akan menggunakan layanan UberAir di luar AS yakni Dubai, Uni Emirat Arab.

Artikel Selanjutnya
Heboh Sopir Taksi Ngamuk ke Bule: This is Indonesia, You Know?
Artikel Selanjutnya
Xpander Naik Daun, Avanza Siapkan Model Baru?