Sukses

Top3: Peringkat Kemacetan Jakarta dan Mobil Balap Nirsopir

Liputan6.com, Jakarta Kita tahu tingkat kemacetan Jakarta begitu parah. Di sana sini macet dengan penyebab yang kadang kita tidak ketahui. Warga Jakarta harus memperpanjang urat sabarnya. Tapi ternyata, Ibu Kota Indonesia ini bukanlah kota termacet di dunia. Masih ada banyak lagi yang lalu lintasnya lebih parah. Artikel yang mengungkapkan urutan kemacetan lalu lintas di dunia jadi yang terpopuler di Otomotif Liputan6.com. Berikut ringkasan berita lainnya:

1. Ini 20 Kota Termacet di Dunia, Jakarta Urutan Berapa?

Jakarta, masuk dalam 20 daftar kota paling macet di dunia. Setidaknya hal itu diungkapkan situs regtransfers.co.uk berdasarkan data Inrix Global Scorecard 2016.

Melihat data tersebut, Jakarta berada di peringkat ke-19 sebagai salah satu kota termacet di dunia. Di mana warga Ibu Kota menghabiskan waktu di jalan selama 55 jam per tahun. Selengkapnya baca di sini.

2. Tahun Depan, Warga Singapura Tidak Bisa Membeli Mobil, Kenapa?

Singapura dikenal sebagai negara yang mematok harga kendaraan sangat mahal. Meski sudah berharga sangat mahal, mulai Februari 2018, Singapura akan menghentikan pertumbuhan populasi kendaraan.

Seberapa mahal harga mobil di Singapura? Sebagai perbandingan, harga Toyota Sienta di Indonesia mulai dari Rp 233 juta, sedangkan di Singapura mulai dari S$ 96.988 (setara Rp 962 juta). Menyitat BBC, harga mobil di Negeri Singa tersebut lebih mahal hampir empat kali lipat ketimbang harga mobil di Negeri Paman Trump. Selengkapnya baca di sini.

3. Di Masa Depan, Balap Mobil Bakal Tanpa Pembalap

Ajang balapan kendaraan autonomos atau Roborace saat ini memang belum terlaksana. Namun demikian, berbagai pengujian dan pengembangan produk yang akan dipakai di ajang balapan tersebut terus bermunculan.

Kali ini, mobil yang digadang-gadang menjadi calon peserta Roborace, yakni N.01 Autonomous Race Car Concept. Selengkapnya baca di sini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Tahun Depan, Warga Singapura Tidak Bisa Membeli Mobil, Kenapa?

Singapura dikenal sebagai negara yang mematok harga kendaraan sangat mahal. Meski sudah berharga sangat mahal, mulai Februari 2018, Singapura akan menghentikan pertumbuhan populasi kendaraan.

Seberapa mahal harga mobil di Singapura? Sebagai perbandingan, harga Toyota Sienta di Indonesia mulai dari Rp 233 juta, sedangkan di Singapura mulai dari S$ 96.988 (setara Rp 962 juta). Menyitat BBC, harga mobil di Negeri Singa tersebut lebih mahal hampir empat kali lipat ketimbang harga mobil di Negeri Paman Trump.

Pertumbuhan populasi kendaraan per tahun akan menjadi nol persen, sebelumnya 0,25 persen. Angka pertumbuhan tersebut akan ditinjau kembali pada 2020.

Dilansir Reuters, langkah ini perlu dilakukan karena keterbatasan lahan yang bisa digunakan untuk jalan raya. Menurut Land Transport Authority (LTA), saat ini 12 persen dari lahan di Singapura digunakan sebagai jalan raya. "Melihat dari kebutuhan, lahan tambahan yang bisa digunakan sebagai jalan raya sangat terbatas," ungkap LTA.

Tahun lalu, setidaknya terdapat 600 ribu unit mobil pribadi dan rental di jalanan, dengan total jumlah penduduk 5,6 juta jiwa. Angka penduduk bertambah 40 persen dibanding tahun 2000.

Artikel Selanjutnya
Larangan Motor Lewat Sudirman, Ini Jalan Alternatifnya
Artikel Selanjutnya
Kemacetan Tak Berujung di Lenteng Agung