Sukses

9 Hari, Pelanggar Operasi Zebra Nyaris 100 Ribu

Liputan6.com, Jakarta - Untuk terus menumbuhkan kesadaran disiplin lalu lintas, pihak kepolisian Polda Metro Jaya (PMJ) sudah melaksanakan operasi Zebra Jaya 2017. Razia kendaraan bermotor ini, dilakukan mulai 1 November hingga 14 November 2017 di wilayah hukum PMJ.

Menurut data dari Kasubdit Bin Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, selama sembilan hari operasi Zebra Jaya 2017, pihak kepolisian sudah menindak 95.673 pelanggar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87.035 dilakukan penindakan tilang dan 8.638 mendapat teguran.

Untuk karakteristik pelanggaran didominasi oleh para pengendara yang melawan arus, sebanyak 11.721 pelanggar, rambu-rambu berhenti dan parkir 9.400 pelanggar, marka 8.780 pelanggar, pelanggaran muatan lebih 2.812 pelanggar.

Sementara itu, dari jenis kendaraan sepeda motor masih mendominasi, disusul mobil penumpang, dan mini bus. Sementara itu, untuk daerah yang paling banyak terjadi pelanggaran, yaitu Jakarta Timus 12.634 pelanggar, Jakarta Barat 10.557 pelanggar, dan Jakarta Utara 9.187 pelanggar.

Barang bukti yang banyak disita oleh pihak kepolisian, yaitu 47.465 STNK, 39.135 SIM, dan 435 kendaraan.

Untuk diketahui, operasi Zebra Jaya 2017 ini menyasar pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan, seperti muatan berlebihan (over load, over capacity, over dimensi), melawan arus, TNKB, dan pelanggaran kasat mata lainnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Tujuan

Tujuan operasi Zebra Jaya 2017 ialah membangun kesadaran atau disiplin berlalu lintas dan menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Untuk Operasi Zebra 2017, personel yang terlibat termasuk fungsi yang ada di kepolisian (Lantas, Sabhara, Provos, Intel, dan lain-lain) dan lintas sektoral TNI, Dishub, Satpol PP, berjumlah 1.888 personel.

Pelaksanaan penegakan hukum akan dilaksanakan dengan stasioner maupun uji coba sistem.

"Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung operasi tersebut dengan cara tertib berlalu lintas dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Kasubdit Bin Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, dalam rilis resmi yang diterima Liputan6.com.