Sukses

Soal Kendaraan Listrik, Ada Saran Produsen Motor buat Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - Munculnya sejumlah sepeda motor listrik di Tanah Air belakangan ini membuat Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencoba memberikan masukan kepada pemerintah.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, saran yang diberikan terkait potensi berkembangnya kendaraan listrik dengan menyiapkan kebijakan yang komprehensif sehingga dapat melindungi konsumen dan masyarakat pengguna sepeda motor.

Hadirnya sepeda motor listrik digadang-gadang akan menggantikan sepeda motor berbahan bakar bensin sebagai salah satu transportasi.

Meski masing-masing produsen belum terbuka akan peluncuran sepeda motor listrik, semuanya mengklaim memilikinya baik dalam bentuk purwarupa atau sudah layak produksi massal dan siap memasarkannya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang saat ini sedang menjajaki dan menyusun rencana untuk menuju era elektrifikasi tersebut.

Menurut Ketua Umum AISI Johannes Loman, para pelaku industri sepeda motor siap mendukung kebijakan pemerintah untuk memasuki era motor listrik.

“Kami sedang mengembangkan model motor listrik yang memiliki jarak tempuh yang lebih baik sehingga masyarakat tidak sering-sering mengisi ulang baterai,” ujar Loman dalam keterangan tertulis, Selasa (14/11/2017)

Loman menyatakan, para produsen sepeda motor anggota AISI (Honda, Kawasaki, Suzuki, TVS dan Yamaha) saat ini baru memasarkan tipe motor bakar sedang bekerja keras menyiapkan model motor listrik yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut dia menyatakan, beberapa kebutuhan masyarakat terkait motor listrik antara lain harga yang terjangkau, jarak tempuh, waktu pengisian baterai, dan kemudahan mengisi kembali baterai.

“Harga juga merupakan isu penting karena saat ini harga motor listrik relatif mahal. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk konsumen kami dengan mengembangkan produk-produk yang sesuai standar internasional yang menekankan pentingnya unsur safety,” tuturnya.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

 

 

 

1 dari 2 halaman

Regulasi

Semakin maraknya sepeda motor listrik, tentunya akan membuat masyarakat semakin banyak pilihan, tetapi dapat memberikan produk terbaik dan aman buat masyarakat.

Oleh sebab itu, Loman meminta kepada pemerintah agar mengatur secara detail regulasi terkait kualitas, suku cadang dan keamanan motor listrik untuk konsumen. Kata dia, jika tidak diatur dan diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar, dikhawatirkan konsumen akan menjadi korban karena sepeda motor listrik berkualitas rendah beredar di pasar.

Selain itu, Loman meminta, agar faktor pasokan dan pengelolahan baterai yang dibuat menjadi perhatian utama para produsen motor di Indonesia.

Belum adanya skema kebijakan yang mengatur sisi hilir industri motor listrik, terutama pengelolahan limbah baterai dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan baru di kemudian hari.

“Kami tidak ingin niat baik untuk memberikan produk yang ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar malah menimbulkan masalah baru bagi masyarakat karena unsur safety yang terabaikan dan dampak lingkungan akibat limbah baterai yang tidak diantisipasi sejak dini,” jelasnya.

Loman menambahkan, hadirnya motor listrik ini berpotensi mengubah tatanan atau peta pelaku indutri otomotif karena banyak industri pendukung yang bakal terkena dampak jika pasar motor listrik nanti tumbuh pesat.

“Saya kira perlu dilakukan kajian potensi dampak yang timbul di industri yang saat ini sedang berjalan jika EV diberlakukan,” tuturnya.

 

Artikel Selanjutnya
Baterai Motor Listrik Lithium-Ion Bisa Sampai 4 Tahun, Benarkah?
Artikel Selanjutnya
Performa Motor Listrik Yamaha dan Viar Q1, Keren Mana?