Sukses

Top3 Berita Hari Ini: Baju Balap dan Lamborghini Orang Kaya RI

Liputan6.com, Jakarta Tampaknya, kita sudah lebih mengerti tentang keselamatan. Dilihat dari artikel tentang baju balap yang terus jadi yang terpopuler, rasanya kesadaran itu tumbuh. Berikut ringkasan berita lainnya:

1. Ini Alasan Mengapa Para Pembalap Tetap Aman meski Terjatuh

Musim MotoGP memasuki seri terakhir. Jika flash back atau memutar kembali dari awal balapan, para rider kerap kali mengalami masalah, termasuk jatuh keluar lintasan saat balapan.

Bicara soal keselamatan, balapan sepeda motor bergengsi ini memang penuh risiko. Pasalnya, motor bisa dikebut di tikungan dengan kecepatan di atas 100 km/jam. Selengkapnya baca di sini.

2. Terbukti Balap Liar, Lamborghini Milik Orang Kaya RI Dimusnahkan

Kevin Pratama Chandra, seorang WNI yang tinggal di Singapura, harus rela Lamborghini senilai S$ 630,000 (setara Rp 6,2 miliar) miliknya disita oleh negara Singapura. Kevin tertangkap basah saat balapan liar pada 8 Mei 2015 lalu, dilansir straitstimes.

Pada saat itu, Kevin dan Koo sepakat untuk balapan di Seletar Link. Kevin memacu Lamborghini, sedangkan Koo mengemudikan Nissan GT-R. Keduanya memacu mobil hingga kecepatan 219 km/jam, sedangkan batas kecepatannya adalah 60 km/jam. Keduanya tertangkap basah di lokasi setelah melakukan balapan. Selengkapnya baca di sini.

3. 10 Merek Mobil Paling Laris Selama 10 Bulan di 2017

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis, wholesales (penjualan mobil pabrik ke dealer) di Oktober 2017 mencapai 94.352 unit. Angka ini naik 7,6 persen dari September 2017 yang mencapai 87.699 unit.

Wholesale Oktober 2017 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yaitu sebesar 2,4 persen atau hanya tercatat 92.139 unit. Dengan begitu penjualan otomotif selama 10 tahun di 2017 tercatat hingga 898.163 unit. Selengkapnya baca di sini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Terbukti Balap Liar, Lamborghini Milik Orang Kaya RI Dimusnahkan

Kevin Pratama Chandra, seorang WNI yang tinggal di Singapura, harus rela Lamborghini senilai S$ 630,000 (setara Rp 6,2 miliar) miliknya disita oleh negara Singapura. Kevin tertangkap basah saat balapan liar pada 8 Mei 2015 lalu, dilansir straitstimes.

Pada saat itu, Kevin dan Koo sepakat untuk balapan di Seletar Link. Kevin memacu Lamborghini, sedangkan Koo mengemudikan Nissan GT-R. Keduanya memacu mobil hingga kecepatan 219 km/jam, sedangkan batas kecepatannya adalah 60 km/jam. Keduanya tertangkap basah di lokasi setelah melakukan balapan.

Kevin dipenjara selama dua minggu. Ia harus membayar denda S$ 1.500 (setara Rp 15 juta), dan dilarang mengemudi selama 18 bulan. Lawannya juga dipenjara selama dua minggu, harus membayar denda senilai S$ 2.500 (setara Rp 20 juta), dan dilarang mengemudi selama 18 bulan. Nissan GT-R-nya sudah disita terlebih dahulu awal tahun.

Pengacara Rajan Supramaniam dari Hilborne Law yang sudah terbiasa menangani kasus serupa, mengungkapkan nasib mobil yang diserahkan ke negara akan berakhir di tempat daur ulang atau dilelang kembali.

Artikel Selanjutnya
Unggah Foto Supercar, Mobil Baru Sule?
Artikel Selanjutnya
Top3: Empat Warna Suzuki Jimny dan XMax 250 Bikin Ketagihan