Sukses

Honda Tantang Pembalap Indonesia Berlaga di MotoGP

Liputan6.com, Valencia - Kejadian tidak menyenangkan dialami pembalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama saat berlaga di Moto2 Malaysia (29/10). Ia gagal finis setelah ditabrak Wayne Gardner di laps kedua.

"Manuver Gardner menyingkirkan saya dari balapan. Itu merupakan kekecewaan yang sangat mendalam," ujar Dimas Ekky dikutip dari Facebook Gresini Racing.

Ketika ditabrak Gardner, Dimas Ekky berada di posisi ke-12. Dia melakukan start yang sempurna dari urutan ke-28 dari 29 pembalap.

Namun demikian Toshiyuki Inuma Presiden Direktur Astra Honda Motor justru menilai ada perubahan positif yang dialami Dimas. Ia menganggap Dimas justru mendapat motivasi lebih untuk berlaga di seri terakhir FIM CEV Moto2 di Valencia."Saya barusan ngobrol dengan Dimas, dan saya nilai ia punya motivasi yang kuat untuk seri terakhir ini," ucap Inuma kepada Liputan6.com di Circuit Ricardo Tormo, Valencia (18/11).

Inuma bahkan sempat memotivasi pembalap asuhan AHM untuk berprestasi lebih baik. "Sebelumnya saya katakan, jangan cuma hebat dan puas jadi juara di dalam negeri atau tingkat Asia. Tapi harus punya keinginan untuk berlaga di MotoGP," ujarnya.

Tantangan itu dilakukan Inuma untuk memotivasi para pembalap asuhan AHM. "Apalagi memang kita menyedia peluang untuk ke arah itu," tambah pria berusia 59 tahun ini.

 

1 dari 2 halaman

Termasuk Pembalap Muda

Kesempatan untuk jadi pembalap juga tidak hanya untuk mereka saja. Tapi bagi pembalap lain termasuk yang muda. "Di Eropa pembinaan sudah dilakukan sejak dini. Dan saya lihat potensi pembalap Indonesia sangat besar untuk pergi ke MotoGP," kata Inuma.

Ada potensi besar yang dimiliki pembalap muda Indonesia. Seperti Mario Suryo Aji yang berlaga di Thailand Talent Cup. Ia juga lolos di Asia Talent Cup 2018. "Umurnya masih 13 tahun dan punya peluang ke MotoGP," jelas Inuma.

Artikel Selanjutnya
5 Fakta Menarik Jelang MotoGP San Marino Tanpa Rossi
Artikel Selanjutnya
Jadwal MotoGP 2017 Bulan September