Sukses

Selamat Setelah Terseret 80 Km, Buktikan Kucing Bernyawa 9

Liputan6.com, Virginia - Ayam, kucing bahkan anjing kerap menjadi korban tabrakan di jalanan. Hewan-hewan ini sering kali tewas di lokasi kejadian saat diseruduk bahkan terlindas mobil atau sepeda motor.

Namun ada peristiwa ajaib menimpa seekor kucing hutan di wilayah Richmond, Virginia, Amerika Serikat.

Dilansir Carscoops, Rabu (29/11/2017), kucing hutan tersebut tertabrak dan tersangkut di bagian kisi-kisi gril sebuah Toyota Prius hingga terseret sejauh 50 mil atau sekitar 80 km.

Peristiwa tersebut terjadi ketika seorang wanita yang mengendarai mobil Toyota Prius merasa telah menabrak sesuatu di tengah jalan. Namun, karena merasa tak melihat apapun saat itu dia tetap menginjak pedal gas hingga sampai di kota.

Sesampainya di tempat tujuan, dia melihat ternyata seekor hewan alias kucing hutan terjebak di dalam kisi-kisi gril mobil. Sedangkan kaki kucing itu terlihat hampir menyentuh aspal.

Alhasil wanita yang tidak disebutkan namanya itu langsung menghubungi Richmond Animal Care & Control (RACC). Sesampainya di lokasi, mereka membius si kucing hutan.

Beruntung, meski telah melakukan perjalanan jauh dengan kondisi usai tertabrak, usai diperiksa kucing hutan tersebut ternyata tidak mengalami cedera dan akhirnya dilepaskan kembali ke habitatnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Tips Menghindari Tabrakan Fatal Saat Ada Hewan Melintas

Tak dapat dipungkiri di sejumlah ruas tol di Indonesia masih berbatasan dengan pemukiman ataupun hutan. Tak pelak ternak warga maupun hewan liar kerap berkeliaran di jalan bebas hambatan. Tentu saja hal itu sungguh berbahaya baik untuk hewan maupun pengendara mobil.

Mengenai keberadaan hewan yang melintasi jalan tol, Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) angkat bicara. Kata dia, meski jalanan terlihat sepi, namun pengemudi harus tetap waspada.

“Nah kalau (tiba-tiba hewan melintas) seperti kucing, ayam, atau anjing sikat (boleh di tabrak),” ungkap Jusri saat berbincang dengan Liputan6.com lewat sambungan telepon.

Akan tetapi, lanjut dia, jika hewan yang melintas seperti kambing atau sapi, ada trik khusus menghadapainya. Ada bagian tertentu yang bisa ditabrak agar tidak fatal.

Jika ada sapi yang melintas, maka bagian tubuh sapi yang bisa dihantam adalah bagian belakang atau buntut atau pantat.

“Kalau sapi ketakutan atau panik, dia hanya maju atau berhenti celingak-celinguk. Dia tidak pernah mundur. Maka sasarannya, usahakan ambil di titik risiko terendah kerusakan di bagian belakang,” ungkap Jusri.

Jika menghantam bagian belakang sapi, diharapkan hanya terkena sedikit, sehingga hewan memamah biak tersebut masih dapat bergegas dan bergerak ke depan.

“Sebaliknya, kalau kita hajar bagian depan, maka dia akan nabrak kita, kalau sampai kita tabrakan, ibaratnya kaya nabrak mobil hingga bisa hancur (mobil rusak dan sapi mati),” kata dia.

“Saya beberapa kali pernah melihat itu. Beberapa tahun lalu saya rally, hancur mobilnya semua, sapinya mati. Apalagi kalau mobil kita tidak punya fitur safety seperti airbag dan lainnya,” tambahnya.