Sukses

Imbas Mobil Tiongkok Murah, Konsumen Malas Beli Mobil Bekas?

Liputan6.com, Jakarta - Wuling Confero S hadir sebagai produk baru yang masuk dalam segmen Low Multi Purpose Vehicle (MPV). Hal ini pula akan diikuti saudaranya, Sokon, yang bakal meluncurkan model Sport Utility Vehicle (SUV) yang disebut Glory 580, pada Februari 2018. Kehadirannya secara tidak langsung berpengaruh terhadap pasar mobil bekas.

Karena hadirnya dua merek asal Tiongkok ini, banyak yang beranggapan bahwa hal itu akan membuat pasar otomotif nasional memanas. Terutama masalah harga. Maklum, baik Wuling dan Sokon, mereka menjual produknya lebih rendah dari merek-merek Jepang.

Ternyata prediksi itu juga berpengaruh pada menurunnya omzet penjualan mobil bekas, khususnya bagi mereka para pelaku di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta

Bahkan, Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, mengatakan, keberadaan mobil Tiongkok sangat berpengaruh terhadap minat konsumen.

“Apalagi ada SUV Sokon. Itu modelnya kaya CR-V. Itu (pasar otomotif) tambah rame lagi, kacau dunia persilatan (karena harga),” ujar Herjanto kepada Liputan6.com, Selasa (6/12/2017).

Secara tidak langsung, Herjanto tidak menampik, hadirnya mobil asal Negeri Tirai Bambu akan berimbas pada mobil Jepang.

Hanya saja, lanjutnya, merek-merek mobil bekas yang paling terkena dampak dari hadirnya mobil China, yaitu merek-merek mobil asal Korea Selatan, seperti KIA dan Hyundai, serta Malaysia yakni Proton

Namun begitu, Herjanto menyatakan, hadirnya mobil China tentu saja akan menguntungkan konsumen di Tanah Air karena memberikan banyak pilihan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Kapan Mobil China Akan Masuk Pasar Mobil Bekas?

Keberadaan mobil China Wuling Confero memang telah diperkenalkan pada Agustus 2017 lalu. Namun, mobil tersebut baru mulai disuplai pada September 2017.

Oleh karena itu, kata Herjanto, diperkiakan Wuling Confero S baru akan hadir di pasar mobil bekas sekitar Januari 2017.

“Biasanya itu (mobil baru jadi mobil bekas) dua-tiga bulan, atau Januari (2018) mulai ada. Event adapun, karena engga jadi pakai, lalu dijual. Itu perkiraan. Saat ini memang belum ada yang nyari. Sebab kebanyakan orang  sekarang mendingan beli yang baru sekalian, karena beda-beda dikit (harganya),” tuturnya.

Artikel Selanjutnya
TAU, Perusahaan Jepang Spesialis Mobil Rusak
Artikel Selanjutnya
Mobil Listrik CBU Perlu Insentif untuk Rangsang Pasar, Mengapa?