Sukses

Dahsyat, 100 Ribu Kecelakaan Terjadi Lantaran Pokemon GO

Liputan6.com, Los Angles - Masih ingatkah dengan game di smartphone, Pokemon GO? Ternyata, menurut studi terbaru di Amerika Serikat (AS), permainan yang sempat populer kala itu telah membuat lebih dari 100 ribu kecelakaan di Amerika Serikat hanya dalam waktu lima bulan.

Studi ini dilakukan oleh  Profesor Mara Faccio dan John J. McConnell dari Krannert School of Management, Universitas Purdue, AS.

Dari data yang diperoleh, akibat Pokemon GO, kecelakaan lalu lintas di negeri Paman Sam kembali meningkat sejak 2011. Demikian kutip Carscoops, Rabu (6/12/2017).

Riset yang dilakukan Faccio dan McConnel dilakukan setelah melihat meningkatnya data korban lalu lintas selama 18 bulan terakhir.

Untuk melakukan penelitian ini, Faccio dan McConnell mengumpulkan data kecelakaan dari di Tippecanoe County, mulai dari 1 Maret 2015 hingga 30 November 2016.

Setelah diketahui data tersebut, benar saja waktu setelah peluncuran game Pokemon GO pada Juli 2016, lebih dari 100 juta orang mengunduh game tersebut secara bersamaan.

Dalam waktu satu bulan, kecelakaan meningkat. Parahnya itu terjadi dengan radius 100 meter dari Poketsop atau meningkat sebanyak 25 persen. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan di titik lain, di mana hasilnya serupa.

Dapat disimpulkan akibat dari permainan Pokemon Go setidaknya kecelakaan di AS terjadi dengan rincian 145.632 tabrakan, 29.370 cedera, dan 256 kematian. Angka ini didapat hanya selama bulan (setelah peluncuran).

Adapun akibat kecelakaan tersebut, total kerugian berikisar antara US$ 2 juta sampai US$ 7,3 juta atau sekitar Rp 26 miliar-Rp 97 miliar.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Masih Bisa dimainkan Saat Berkendara, Pokemon Go Diprotes

Meski gaungnya telah sangat redup dibanding saat pertama kali diluncurkan, game ponsel pintar Pokemon Go ternyata masih membuat kontroversi. Kali ini, muncul tuntutan yang berasal dari pemerintah kota Ichinomiya, Jepang.

Dilaporkan Asia Nikkei, pemerintah kota yang masuk dalam Prefektur Aichi (semacam provinsi) akan menuntut pengembang untuk membuat permainan tersebut tidak bisa diaktifkan selama dalam perjalanan menggunakan kendaraan di kecepatan tinggi.

Sebelumnya pengembang game sebetulnya telah merancang sedemikian rupa agar aplikasi adiktif ini tidak bisa dimainkan saat berkendara. Tapi ternyata penggunanya lebih pintar, sehingga pembatasan tersebut bisa `diakali`.

Hal ini dilakukan setelah pejabat kota memastikan ada anak 9 tahun meninggal dunia karena tertabrak, saat pengendaranya asyik bermain.

Keita Noritake, anak kecil itu, mengalami kecelakaan parah pada akhir Oktober nanti saat menyebrang di perjalanan pulang sekolah. Sang pengendara, Nobusuke Kawai, kemudian mengaku bahwa ia memang sedang bermain game kala insiden terjadi.

Ini bukan kali pertama Pokemon Go jadi sebab kecelakaan. Sebelumnya seorang perempuan 72 tahun tewas tertabrak sebuah van di Tokushima, 23 Agustus lalu.

Saat itu pengendara mengaku kepada polisi bahwa fokusnya terbelah karena ingin melakukan isi ulang baterai ponsel yang habis karena terus bermain game.

Artikel Selanjutnya
Tabrak Truk Tronton di Palikanci, 2 Orang Dikabarkan Tewas