Sukses

Tak Punya Platform, Wuling Butuh Waktu Hadirkan Confero Matik

Liputan6.com, Jakarta - Mobil keluarga level bawah milik Wuling Motors, Confero, memang baru tersedia dalam varian transmisi manual. Padahal, untuk bisa lebih bersaing, khususnya di pasar-pasar kota besar, dibutuhkan model baru dengan transmisi otomatis.

Dijelaskan Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, memang pihaknya saat ini masih fokus dengan model yang sudah ada, serta memperbaiki pelayanan. Meskipun, pabrikan asal Tiongkok ini tidak menampik tertarik untuk membawa varian transmisi otomatis.

"Kalau Wuling Confero memang tidak punya platform transmisi otomatis di China. Tapi, jika harus disesuaikan dengan pasar Indonesia, kemungkinannya ada. Tapi perlu dicek lagi, butuh waktu," jelas Dian saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.

Lanjut Dian, untuk menghadirkan Wuling Confero transmisi otomatis, memang tidak ada kendala. Namun, perlu ada penelitian yang lebih jauh terkait hal tersebut.

"Penelitian sudah, tapi kita butuh waktu. Tapi nanti akan dihadirkan produk yang lain lah," tambahnya.

Selama ini, Wuling memang masih membangun pondasi yang kuat untuk bertarung di pasar otomotif dalam negeri. Pihaknya masih terus memperbaiki pelayanan penjualan, dengan menambah dealer, layanan bengkel, dan tentu saja sparepart.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Seberapa laku Wuling Confero?

Setelah empat bulan berniaga di Indonesia, seberapa laris Wuling Confero S?

Dijelaskan Cindy Cai, Vice President of VSSM Wuling Motors, pihaknya cukup puas dengan pencapaian penjualan. Selama empat bulan ini, kondisi penjualan Wuling masih normal, dan sesuai harapan.

"Kita wholesales-nya mendekati 4.000 unit (tanpa menyebutkan angka detail penjualan). Untuk retail kita sedang hitung karena masih banyak SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) yang belum di-convert. Itu sampai akhir bulan November 2017," jelas Cindy Cai, saat berbincang dengan wartawan, belum lama ini.

Lanjut Cindy, dengan pihaknya baru meluncurkan model Confero beberapa bulan lalu, memang masih mengejar penjualan hingga akhir tahun.

"Namanya juga produk baru, untuk setengah tahun pertama itu bisa dibilang masih dalam proses menanjak, dengan ritme yang pelan," tegasnya.

Artikel Selanjutnya
Meski Mampu, Perlukah Borong Barang Bermerek?
Artikel Selanjutnya
Moms, Mau Resign dan Jadi Pengusaha? Miliki 6 Hal Ini Dulu