Sukses

Daimler Optimistis 1.500 Axor Terjual di 2018, Ini Rahasianya

Liputan6.com, Jakarta - PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) optimistis penjualan Axor di tahun ini bisa lebih tinggi dari tahun lalu.

Menyusul keberhasilan Mercedes-Benz di Indonesia pada tahun lalu, dengan meluncurkan kendaraan niaganya Axor yang dirakit lokal di Wanaherang, Jawa Barat, PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) optimistis bisa mencapai penjualan terbaiknya di 2018.

"Tahun lalu kami berhasil menjual 500 unit, tahun ini target penjualan kami 1.000-1.500 unit Axor," kata Markus Villinger selaku Presiden Direktur dan CEO PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia, saat media gathering di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Markus mengatakan 2017 merupakan tahun yang luar biasa bagi perusahaannya. 

"Mercedes-Benz menawarkan kualitas terbaik dalam kelas kendaraan niaga, didukung kinerja mesin bermutu, keamanan terjamin, kenyamanan tertinggi serta customer service yang dapat diandalkan," ujarnya. 

Meski dirakit di pabrik Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, ia memastikan DCVI menghasilkan kendaraan niaga yang terpercaya di Indonesia.

"Kami produksi dengan suku cadang yang berasal dari berbagai negara," pungkas Markus.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Investasi Besar

Tak hanya jenis kendaraan penumpang, Indonesia juga menjadi pasar yang menggiurkan bagi kendaraan komersil, tidak terkecuali truk. Bahkan, Daimler selaku induk perusahaan merek Mercedes-Benz menyadari besarnya potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal ini pun disampaikan langsung Director of Network, Product and Retail Trucks Indonesia Maximilian Knorr saat acara halal bihalal 'Axor: Tough and Reliable' di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Ia menyebut, Mercedes-Benz melalui PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia selaku distributor resmi Mercedes-Benz akan melakukan investasi jutaan dolar AS di Tanah Air.

"Di saat perusahaan lain beramai-ramai menarik investasi dari Indonesia, Daimler memutuskan untuk berinvestasi lebih dari US$ 20 juta (Rp 263 miliar) di Industri kendaraan komersil," kata Maximillian dihadapan para pewarta.

Maximillian mengatakan, pertimbangan Daimler untuk menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia tak lepas dari adanya perbaikan infrastruktur dan investasi yang dikembangkan pemerintah maupun swasta.

Dengan alasan tersebut, lanjut Maximillian, Daimler melakukan perakitan truk Axor pada Agustus 2017 mendatang di pabriknya yang berlokasi di Wanaherang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Artikel Selanjutnya
BMW Group Indonesia Cetak Rekor Penjualan, Ini Model Terlarisnya
Artikel Selanjutnya
10 Merek Mobil yang Kurang Mujur di Indonesia Selama 2017