Sukses

Cara Gampang Mengetahui Transmisi CVT Bermasalah

Liputan6.com, Jakarta - Mobil yang menerapkan sistem transmisi otomatis continuously variable transmission (CVT) sangat nyaman digunakan karena terasa halus ketika berakselerasi. Namun demikian, CVT juga bisa mengalami kerusakan.

Menurut Supervisior bengkel Plaza Toyota Pramuka, Saiful Anwar, ada beberapa gejala yang bisa dirasakan apabila kemampuan CVT menurun.

“Hampir sama (gejalanya) dengan mobil matik konvensional. Cuma kalau untuk CVT jadi tarikannya tidak enak atau jadi lambat,” ucap Saiful kepada Liputan6.com saat ditemui di bengkel Plaza Toyota Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (19/1/2018).

Dia menerangkan, yang dimaksud tarikan "tak enak" adalah di mana saat menginjak pedal gas akan terasa jeda, atau hentakan.

Jika mobil dipacu dengan kecepatan penuh, tarikannya terasa lambat. Hal ini juga sama seperti sepeda motor matik, yang diakibatkan bagian drive belt mengalami aus sehingga menjadi ngelos atau slip saat berakselerasi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Boros Bahan Bakar

Transmisi CVT selain lebih halus dalam berakselerasi juga dianggap lebih irit bahan bakar. Namun, jika terjadi gejala kerusakan, bukan tak mungkin hal itu berimbas pada borosnya bahan bakar.

Kata Saiful, borosnya bahan bakar karena bagian fan belt yang mengalami keausan, secara otomatis membuat putarannya menjadi tidak maksimal.

“Yang diputarkan bagian fan belt itu jadi tidak maksimal ada selip, yang mengakibatkan si putarannya (puli) ini harusnya bisa jalan, tapi karena ada selip jadi tidak jalan. Padahal bahan bakar ini akan terus memasok,” ujarnya.

Berapa persen borosnya, Saiful tak menjawabnya. Hal itu tergantung dari cara berkendara dan kerusakan yang terjadi.

Artikel Selanjutnya
Daihatsu Terios Baru Tembus 4 Ribu Unit, Tipe Apa Terfavorit?
Artikel Selanjutnya
Nasib Daihatsu Sirion di Indonesia Tak Seberuntung di Malaysia