Sukses

Dua Fitur Penjaga Stabilitas Mobil Saat Menikung, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Sederet fitur canggih disematkan di kendaraan untuk memastikan penggunanya merasa nyaman dan aman. Seperti Electronic Stability Control dan Traction Control. Teknologi yang dibuat untuk meningkatkan keselamatan berkendara ini menjaga mobil tetap stabil saat menikung, terlebih saat kondisi jalan licin.

Dikutip dari news.hyundaimobil, Electronic Stability Control berfungsi untuk menjaga pengendalian dan kestabilan mobil ketika melintasi medan-medan sulit. Sistem pintar ini akan mendeteksi ketika mobil kehilangan kontrol.

Fitur yang satu ini mampu menjaga kestabilan mobil saat melintasi medan-medan yang sulit, seperti jalanan berkelok atau tikungan tajam. Cara kerja dari ESC adalah memanfaatkan salah satu rem yang ada di setiap roda. Dengan begitu, mobil akan punya kendali yang presisi dan terlepas dari gejala understeer ataupun oversteer.

Sedangkan Traction Control merupakan fitur yang akan membantu pengemudi dalam melakukan akselerasi di jalanan yang licin, di saat arah mobil sulit dikendalikan akibat selip.

Nah, fitur ini bekerja dengan memanfaatkan sensor yang mendeteksi kecepatan putaran roda. Sensor akan mengatur torsi agar roda mobil tidak slip ketika berakselerasi.

 

1 dari 4 halaman

Mengenal Sistem Pengereman Brake Assist, EBD dan ABS

Brake Assist

Brake Assist (BA) berfungsi menambah tekanan pengereman secara otomatis dengan mengukur kecepatan pedal rem yang diinjak. Dikutip toyotamakassar, Brake Assist berguna untuk membantu menekan rem. Meskipun rem hanya diinjak sedikit, sistem secara otomatis akan menambahkan power guna menambah kemampuan pengereman.

BA mampu membaca pelepasan kaki di pedal gas baik secara mendadak maupun berpindah ke rem. Dengan kemampuannya membaca pergerakan kaki pengemudi, sistem pengereman BA secara otomatis akan bereaksi dan membantu saat terjadi force braking.

2 dari 4 halaman

ABS (Anti-lock Brake System)

Sistem kerja rem ABS membuat roda tidak terkunci saat pengemudi melakukan pengereman terlalu dalam alias force brake. Dan menjadikan roda tidak dapat untuk dikontrol maupun digerakkan baik ke kiri atau ke kanan, dan menjadi sulit saat ingin menghindari objek tabrakan.

Sistem ini juga dapat memberi kontrol pengendalian pada kondisi jalan basah. Ketika sensor ABS mendeteksi adanya penguncian roda, sistem akan memerintahkan piston rem melepas sejenak jepitan kanvas rem dan menjepit lagi setelah roda sudah berputar. Biasanya bila ABS sedang bekerja, ditandai dengan adanya getaran pada pedal rem.

3 dari 4 halaman

EBD (Electronic Brake force Distribution)

Fitur EBD ini berfungsi mengatur tekanan rem sesuai beban dan kecepatan masing-masing roda, sehingga secara keseluruhan pengereman dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Atau dengan kata lain, merupakan fitur penyeimbang tekanan rem pada masing-masing roda.

Dalam beberapa kondisi, setiap roda kendaraan mempunyai kebutuhan yang beda-beda saat melakukan pengereman, contohnya saat mobil mengangkut banyak barang bawaan.

Artikel Selanjutnya
Suzuki e-Survivor, Harmonisasi Desain Futuristik dan Retro
Artikel Selanjutnya
Apa Saja Manfaat Fairing pada Motor Sport?