Sukses

Mobil Hybrid Toyota Bukan yang Terbaik, Lalu Siapa?

Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajang penghargaan What Car? 2018, yang berhasil menyebat gelar mobil hybrid terbaik bukanlah hybrid milik Toyota, melainkan Hyundai IONIQ Hybrid.

Ajang penghargaan ini menggunakan tim editorial dan tester What Car? untuk memilah mobil terbaik yang dibagi dalam berbagai kategori. Hyundai IONIQ Hybrid berhasil menyabet gelar ‘Best Hybrid’ karena dinilai memiliki harga terjangkau, perlengkapan, dan juga rasa berkendara serta kapabilitas performa layaknya i30N.

Steve Huntingford, Editor of What Car?, mengatakan, "dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat adanya peningkatan minat terhadap mobil hybrid di whatcar.com, oleh karena itu penting untuk memilih model terbaik di kelas ini,"

"Toyota mungkin memiliki pasar untuk hybrid terjangkau berkat kehadiran Prius, tapi kini ada alternatif yang baik yaitu Hyundai IONIQ," sambungnya.

Hyundai IONIQ ditawarkan dengan pilihan hybrid, plug-in, dan elektrik. Dari segi keselamatan, Hyundai menyematkan fitur keselamatan Forward Collision-Avoidance Assist, Lane Keeping Assist, dan Intelligent Speed Limit Warning sebagai kelengkapan standar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 3 halaman

Kemungkinan Honda PCX 150 Hybrid dan Listrik Masuk Indonesia

Setelah lama dinanti, PT Astra Honda Motor (AHM) akhirnya merilis skutik all new Honda PCX 150 dengan sejumlah perubahan yang cukup menggairahkan.

Akan tetapi, peluncuran kali ini AHM hanya menawarkan all new Honda PCX 150 dengan mesin konvesional, berbahan bakar bensin saja. Padahal di Tokyo Motor Show, Oktober 2017, Honda memamerkan skuter bertubuh bongsor tersebut dengan opsi teknologi hybrid dan listrik.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya angkat bicara. Kata dia, Hodna PCX versi hybrid dan versi listrik butuh penyempurnan yang lebih dibandingkan dengan model konvesional.

“Jadi yang lebih well, prepare-lah di sana (Jepang). Kalau PCX 150 yang bahan bakar memang kita sudah ada teknologinya, sudah ada desainnya, ya jadi kami bisa launching lebih awal,” ucap Thomas kepada wartawan saat peluncurannya all new Honda PCX 150 di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Thomas menyatakan, alasan Honda Indonesia belum menggunakan teknologi hybrid dan listrik yaitu menyesuaikan pasar. Pasalnya, skuter PCX 150 dibuat secara global, sehingga aturan yang ditentukan harus disesuaikan secara global, tapi tetap mengikuti aturan berlaku.

Namun dia tak menampik,  Honda PCX 150 hybrid dan listrik masih menunggu regulasi pemerintah.

“Bisa-bisa saja, tentu kami juga akan menyesuaikan, mengikuti dengan regulasi dari pemerintah juga. Ditunggu info dan undangannya. Mudah-mudahan bisa di semester satu,” tutup Thomas.

Artikel Selanjutnya
Alasan Daihatsu Enggan Menggelar Kompetisi Teknisi Internasional
Artikel Selanjutnya
Top3: Tenaga Dalam Emak-Emak dan Aksesori Kekinian