Sukses

Gara-Gara Karaoke, Sopir Taksi Indonesia Mendunia

Liputan6.com, Wellington Apa yang terlintas dalam pikiran saat memesan taksi? Tentu Anda berharap dapat menikmati perjalanan dengan santai di bangku belakang dan memainkan smartphone sambil membunuh waktu. Nah, kalau Anda mencoba taksi yang satu ini, dijamin sensasinya berbeda.

Dilansir stuff.co.nz, Riadi Subagya yang bekerja sebagai tour guide di Indonesia hingga 1993, sebelum memutuskan untuk pindah ke Selandia Baru, punya cerita menarik.

Di Selandia Baru, Riadi memulai hidupnya sebagai sopir taksi. Pada Juni 2017 silam, Riadi memasang mesin karaoke ke dalam taksinya untuk menghibur penumpang.

Inovasi ini bermula dari kecintaannya terhadap menyanyi. Mesin karaoke tersebut diperoleh dari situs eBay. Mesin tersebut dilengkapi dengan 2.000 lagu dari tahun 1960-an hingga pertengahan 2000-an. Riadi juga memiliki chip terpisah untuk 900 lagu Indonesia yang disematkan pada mikrophone.

Penumpang belakang dapat memilih lagu yang sudah disediakan di kursi belakang. Setelah itu, penumpang taksi dapat menyanyikan lagu kesayangan melalui monitor yang menayangkan lirik.

Keunikan ini membuat Riadi masuk dalam pemberitaan surat kabar internasional. Bahkan, ia masuk dalam halaman pertama koran setempat. Bahkan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru juga ikut berseloroh. "Luar biasa, Dubes saja belum tentu masuk halaman depan," ungkap Tantowi Yahya.

1 dari 3 halaman

Keren, Taksi Terbang Sukses Diuji Coba

Dubai, Uni Emirat Arab, menjadi salah satu kota paling maju dan kaya di dunia. Kali ini, kota tersebut mencoba mencatatkan namanya dalam buku sejarah dunia penerbangan dengan menggelar uji coba taksi terbang yang disebut Autonomous Air Taxi (AAT).

Pengujian AAT dilakukan di wilayah Jumeirah Beach Residence, Dubai, Senin (25/9/2017), disaksikan langsung oleh Putra Mahkota Dubai, Shaikh Hamdan Bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

 "(AAT) akan digunakan untuk layanan taksi terbang pertama di dunia yang akan diperkenalkan oleh Otoritas Transportasi dan Jalan Raya Dubai (RTA)," kata Shaikh Hamdan dalam sebuah surat pernyataan seperti dilansir Gulfnews, Selasa (27/9/2017).

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

AAT ini dibangun oleh perusahaan autonomous air vehicles asal Jerman, Volocopter. Pengujian prototype ini juga tergolong cepat, karena dipersiapkan hanya tujuh bulan setelah rencana diumumkan.

Shaikh Hamdan menyatakan, dengan keberadaan AAT, hal itu menjadi bukti komitmen Dubai untuk mendorong ke arah perubahan yang lebih positif.

"Setelah sukses luar biasa dari kendaraan tanpa sopir pertama di wilayah ini, kami senang menyaksikan hari ini uji terbang taksi nirawak. Kami terus mengeksplorasi peluang untuk melayani masyarakat dan memajukan kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat,” jelas Shaikh Hamdan.

Dia juga menyatakan, keberadaan taksi terbang tidak hanya mendorong sebuah inovasi yang mengadopsi teknologi terbaru untuk sebuah negara, tetapi juga membangun jembatan ke masa depan.

Artikel Selanjutnya
Top3 Berita Hari Ini: Brad Pitt dan Lowongan Kerja Honda
Artikel Selanjutnya
Gahar, Emak-Emak Pukul Tukang Becak Pakai Helm