Sukses

Top3 Berita Hari Ini: Persaingan Wuling Cortez dan Harga Daihatsu Sirion

Liputan6.com, Jakarta Perang fitur dan harga sedang terjadi. Khususnya selepas Wuling Cortez resmi dijual. Harganya menabrak semua merek dan model mapan yang duluan hadir. Artikel itu kembali mencuat dan jadi yang terpopuler. Dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Punya Uang Rp 200 Jutaan, Pilih Wuling Cortez atau MPV Jepang?

Mobil keluarga terbaru Wuling Motors, Wuling Cortez, resmi diluncurkan di Tanah Air. Model ini hadir dengan dua pilihan tipe, yaitu Cortez tipe C dan Cortez tipe L, dengan banderol mulai Rp 218 juta sampai Rp 264 juta on the road Jakarta. Varian tertingginya adalah Cortez 1.8L Lux+ i-AMT Rp 264 juta.

Untuk jantung penggeraknya, Wuling Cortez dipersenjatai dengan mesin DOHC empat silinder berkapasitas 1.798 cc. Dengan unit tersebut, mobil ini mampu menghembuskan daya 129 Tk pada 5.600 rpm, dan torsi maksimum sebesar 174 Nm pada 3.600 sampai 4.600 rpm. Selengkapnya baca di sini.

2. Antrean All New Honda PCX di Jakarta dan Tangerang Mengular

Minat konsumen di wilayah Jakarta dan Tangerang terhadap All New Honda PCX cukup tinggi. Itu dibuktikan dengan jumlah pemesanan yang mengular.

PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku dealer utama sepeda motor wilayah Jakarta dan Tangerang mendata, pemesanan all new Honda PCX sudah mencapai 2.000 unit. Selengkapnya baca di sini.

3. Daihatsu Sirion Terbaru Resmi Mengaspal, Berapa Harganya?

Menggebrak pasar awal tahun, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) resmi meluncurkan model barunya, all new Daihatsu Sirion. Generasi ketiga dari citycar andalan pabrikan asal Jepang ini, hadir dengan fitur keamanan dan kenyamanan yang lebih lengkap.

Untuk tampilannya, Daihatsu Sirion baru ini sudah mengadopsi LED headlamp, polished alloy wheel 15 inci, dan LED rear combi lamp. Selengkapnya baca di sini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 3 halaman

Mobil Jadi Korban Banjir, Jangan Nekat Lakukan Hal Ini

Hujan deras yang berujung banjir kerap menimpa sejumlah wilayah di Indonesia. Bagi pemilik kendaraan, tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan karena tunggangannya menjadi rawan rusak akibat terendam air.

Menurut Riyanto, BPI & Customer Experience Department Head Auto2000, bila mobil tidak digunakan, tapi menjadi korban banjir saat diparkir, ada baiknya mobil tidak langsung dinyalakan.

“Tunggu sampai ada teknisi. Kenapa? Karena kita tidak tahu airnya masuk sampai di mana,” ungkap Riyanto saat ditemui Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Riyanto menyatakan, yang paling riskan rusak jika mobil terkena banjir, yaitu terjadi water hammer. Di mana mesin mobil mati mendadak karena air masuk dalam ruang bahan bakar melalui air intake.

Jika terjadi water hammer, kata dia, bukan tak mungkin blok mesin bisa pecah.

“Jika blok mesin pecah harganya cukup mahal. Harganya tidak sampai setengah mobil, tapi mahal. Selain itu, blok mesin juga harus registrasi ulang ke polda, karena ada nomor mesinnya yang harus dicatat,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Selain itu,mobil yang terendam banjir juga tak boleh langsung dinyalakan karena bisa terjadi korsleting pada bagian kelistrikan, atau kerusakan Engine Control Unit (ECU).

Sistem kelistrikan pada mobil bisa memengaruhi sejumlah bagian, mulai dari lampu, klakson, head unit dan lain-lain.

Sementara jika ECU bermasalah, hal itu akan sangat fatal. Sebab, ECU sendiri memiliki banyak fungsi, seperti pengatur campuran bahan bakar dan udara pada ruang terbakar, pengatur pengapian pada setiap langkah pembakaran, serta pengontrol putaran mesin pada keadaan stasioner.

Belum sampai disitu, fungsi ECU juga dapat mengatur kinerja AC mobil, mengontrol kinerja mesin secara keseluruhan, serta mampu mendeteksi kerusakan pada setiap komponen.

Karena itu, jika mobil Anda terendam banjir, ada baiknya jangan langsung dinyalakan. Sebaliknya yang perlu dilakukan adalah menghubungi teknisi ahli agar segera ditangani dengan baik dan benar.

Artikel Selanjutnya
Tingkatkan Layanan Purnajual, Daihatsu Belajar dari Malaysia
Artikel Selanjutnya
Pemain Baru, Wuling Nikmati Masa Bulan Madu