Sukses

Printer 3D Jadi Solusi untuk Cetak Suku Cadang Mobil Klasik

Liputan6.com, Stuttgart - Salah satu hal yang menantang dari memiliki mobil klasik adalah kesulitan untuk mendapatkan suku cadang, terutama jika mobil klasik yang dimiliki seperti Porsche. Kali ini pemilik Porsche klasik tidak perlu kebingungan untuk mencari suku cadang, karena divisi mobil klasik Porsche memiliki layanan cetak suku cadang menggunakan printer 3D.

Mencetak suku cadang menggunakan teknologi printer 3D sudah diterapkan oleh sister company Porsche, Bugatti. Jika Bugatti mencetak suku cadang untuk mobil terbarunya, Porsche klasik memilih untuk mencetak suku cadang mobil klasiknya.

Misalkan, clutch-release lever untuk Porsche 959. Dilansir Carscoops, mobil legendaris era 1980-an tersebut adalah penyelamat 911 dari kepunahan. Populasinya hanya 292 di dunia, dan memproduksi suku cadang tersebut dengan cara konvensional akan sangat mahal.

Untuk menjaga daya tahan, Porsche menggunakan bahan baja berkekuatan tinggi. Komponen protipe tersebut diuji dengan tekanan nyaris 3 ton. Dan menurut Porsche, uji daya tahan tersebut berhasil dengan memuaskan.

Komponen clutch-release lever bukanlah satu-satunya suku cadang klasik yang diproduksi, setidaknya ada 8 suku cadang lainnya berbahan baja maupun plastik yang diproduksi.

Teknologi printer 3D kini terbukti merambah dunia otomotif, salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah mencetak suku cadang langka yang sebelumnya baru bisa diproduksi dalam skala besar.

1 dari 2 halaman

Canggih, Kaliper Rem Bugatti Dicetak Pakai Printer 3D

Tidak dapat dipungkiri hypercar dari Bugatti, yakni Chiron memiliki pesona yang sangat mengagumkan. Bahkan, kaliper rem yang terdengar biasa saja menjadi sebuah karya seni dengan teknologi mutakhir.

Saat ini, kaliper rem pada Bugatti Chiron termasuk yang terbesar di industri ini. Kaliper tersebut terbuat dari aluminium berkekuatan tinggi dengan delapan piston untuk roda depan dan enam piston untuk roda belakang.

 

 

Tapi, itu saja ternyata tidak cukup. Dilansir Carscoops, Bugatti mereka ulang kembali kalipernya agar bisa dicetak menggunakan printer 3D dengan bahan titanium. Memang belum diproduksi secara massal, karena saat ini masih dievaluasi untuk produksi.

Frank Götzke, Head of New Technologies di Bugatti Technical Development Department, mengatakan," Pengembangan mobil adalah proses tanpa akhir. Dalam pengembangan berkelanjutan kami, kami selalu mempertimbangkan material baru dan proses baru yang bisa digunakan untuk model sekarang. Sekaligus bagaimana kendaraan masa depan kami didesain.

Salah satu keuntungan dari penggunaan bahan titanium adalah bobotnya. Kaliper berbahan aluminium memiliki bobot 4,8 kg, sedangkan versi titanium berbobot 2,9 kg saja.

Artikel Selanjutnya
Suzuki e-Survivor, Harmonisasi Desain Futuristik dan Retro
Artikel Selanjutnya
Gaya Yogya Dalam Mercedes-Benz E250 yang Akan Tampil di Jepang