Sukses

Peluang Ekspor Sedan ke Australia Terbuka Lebar, tapi...

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, pasar sedan di Indonesia memang belum bisa bersaing dengan segmen lain seperti MPV dan SUV. Melihat hal tersebut, pemerintah tengah berencana untuk menurunkan pajak sedan, dan diharapkan bisa mengangkat kembali penjualan sedan di Tanah Air.

Dijelaskan Sudirman Maman Rusdi, Wakil Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM), penurunan pajak sedan ini untuk jangka panjang memang perlu dilakukan. Pasalnya, jika melihat pasar sedan sendiri, memang bagus di beberapa negara.

"Pemerintah juga lihat, di Australia produksi sudah diturunkan. Malah, sebagian sudah tutup, dan sebetulnya itu peluang," jelas Sudirman saat berbincang dengan wartawan di Gandaria City, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Australia merupakan pasar sedan yang cukup besar. Jadi, jika Indonesia harus ekspor ke Australia, maka pasar sedan di dalam negeri harus memiliki volume tertentu, agar memiliki daya saing di pasar ekspor.

"Tapi kalau semata-mata hanya membuat lini produksi, dan hanya untuk buat ekspor padahal belum jelas, itu agak repot. Makanya, diharapkan pemerintah dibukanya peluang untuk sedan ini diharapkan pasar domestik bisa naik," tambahnya.

Dengan naiknya pasar sedan di Indonesia, dan makin besarnya penjualan, tidak menutup kemungkinan sedan bisa diproduksi secara lokal. "Kalau sudah diproduksi di dalam negeri, sedan punya daya saing ekspor," pungkasnya.

1 dari 2 halaman

Daihatsu main sedan?

Usulan penurunan pajak sedan ini ditargetkan bisa diselesaikan Kementerian Keuangan bulan depan, atau Maret 2018.

Menanggapi rencana tersebut, Sudirman mengaku masih menunggu keputusan resmi terkait pajak sedan ini.

"Pernah dengar, tapi belum tahu detail konsepnya. Ya kita tunggulah. Tapi saya percaya, teman-teman di Gaikindo sedang diskusi mengenai itu. Biar Gaikindo yang naik dulu secara resmi," jelasnya.

Sementara itu, menurut Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, pihaknya masih belum bisa berkomentar banyak. Intinya, pabrikan asal Jepang ini, masih menunggu secara resmi penurunan pajak sedan berlaku di Indonesia.

"Jadi, kalau memang pajak sedan akan turun, sebagai pemain otomotif kami akan mengikuti demand pasar. Walaupun PPnBM sedan turun, kalau demand tidak ada, kami tidak bisa masuk ke segmen itu," jelas Amel di tempat yang sama.

Artikel Selanjutnya
Pemain Baru, Wuling Nikmati Masa Bulan Madu
Artikel Selanjutnya
New Daihatsu Sirion Rilis Bulan Depan, Apa yang Berubah?